Mata Melihat, Hati Mengabadikan: Filosofi, Seni, dan Teknik Fotografi karya Mustamin Raga
PELAKITA.ID – Perkembangan fotografi, khususnya di Indonesia, dalam satu dekade terakhir begitu pesat. Jumlah pengguna kamera semakin hari semakin bertambah, terlihat dari maraknya produk fotografi — baik kamera maupun perlengkapan pencahayaan — yang membanjiri pasar.
Seiring itu, banyak fotografer pemula mencari informasi melalui media sosial yang kini makin ramai.
Pertanyaannya, apakah semua informasi yang kita peroleh dari media sosial benar dan tepat? Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua. Sebagai pendidik di bidang fotografi, saya sering menemukan informasi yang beredar di media sosial, termasuk YouTube, tidak sepenuhnya akurat.

Di era digital sekarang, setiap orang bisa dengan mudah mengklaim dirinya sebagai fotografer hanya dengan menunjukkan hasil akhir foto. Padahal, bisa jadi itu adalah hasil manipulasi digital, bahkan menggunakan Artificial Intelligence (AI) yang belakangan semakin marak.
Akibatnya, esensi fotografi kerap tergerus oleh teknologi yang serba instan. Hal inilah yang menjadi tanggung jawab kita, para fotografer senior, untuk tetap menjaga nilai dan makna sejati fotografi.
Literasi fotografi — baik dari segi filosofi, seni, maupun teknik — masih sangat kurang, terutama jika dikaitkan dengan esensi fotografi itu sendiri.

Karena itu, saya menyambut dengan antusias penerbitan buku Mata Melihat, Hati Mengabadikan: Filosofi, Seni, dan Teknik Fotografi karya Mas Mustamin Raga.
Buku ini sangat layak dibaca karena membahas fotografi secara menyeluruh, terutama dari tiga dimensi utama: filosofi, seni, dan teknik.
Saya menyampaikan terima kasih kepada Mas Mustamin Raga yang telah berkenan berbagi ilmu fotografi, khususnya bagi para fotografer pemula yang ingin menekuni dunia ini secara tepat dan benar.
Semoga buku ini dapat dibaca lebih luas oleh siapa saja yang ingin mendalami fotografi, baik secara profesional maupun sebagai hobi.
Selamat berkarya untuk bangsa Indonesia.
Jakarta, 26 Agustus 2025
Salam fotografi,
Darwis Triadi
