Potensi Habitat Ikan Medaka ( Oryzias sp.) di Kecamatan Rampi

  • Whatsapp

PELAKITA.ID – Pulau Sulawesi merupakan bagian dari kawasan Wallacea dengan tingkat endemisitas yang sangat tinggi.

Setidaknya terdapat 127 jenis mamalia yang ditemukan di Sulawesi, dan 79 jenis di antaranya (62%) merupakan spesies endemik (Rizal, 2015).

Kecamatan Rampi, dengan luas wilayah 1.565,65 km² (BPS Luwu Utara, 2015), terletak di bagian selatan Sulawesi dan didominasi hamparan hutan belantara serta pegunungan beriklim dingin–sejuk.

Kondisi hutan yang masih terjaga memungkinkan keberadaan dan kelestarian berbagai jenis flora dan fauna.

Pada tahun 2009 tercatat 32 jenis ikan Oryzias sp. tersebar di Asia, 14 jenis di antaranya merupakan endemik perairan Sulawesi, dan 6 jenis ditemukan pada danau-danau tertentu di Pulau Sulawesi.

Berdasarkan hasil observasi Tim Prodi S2 Ilmu Perikanan Unanda
sebelumnya, ikan medaka Oryzias sp. ditemukan di perairan Sungai Baliase, Kecamatan Rampi, dan dikenal oleh masyarakat lokal sebagai ikan doduo salaka.

Hal ini menunjukkan pentingnya penelitian bioekologi ikan endemik Oryzias sp. sebagai langkah konservasi proaktif.

Selain itu, pemahaman mengenai habitatnya dapat mendukung upaya domestikasi agar ikan tersebut dapat dibudidayakan di lingkungan terkontrol.

Metode Pengamatan Habitat

Identifikasi habitat ikan medaka dilakukan melalui pengamatan langsung dari permukaan air guna mendeteksi keberadaan ikan dewasa, juvenil, dan larva.

Selain itu, dilakukan pula identifikasi substrat dasar perairan serta vegetasi di sekitar lokasi penelitian.

Pengamatan dilakukan pada empat titik aliran sungai yang terhubung dengan bantaran Sungai Baliase.

Hasil Pengukuran Kualitas Air

Hasil pengamatan mencakup pengukuran parameter kualitas air sebagai media hidup ikan dan inventarisasi beberapa jenis ikan liar yang hidup bersama ikan medaka.

Tabel 1. Parameter Kualitas Air

Kisaran suhu pada keempat stasiun berada antara 20–24 °C.

Wootton dalam Siby (2009) menjelaskan bahwa suhu berperan penting dalam metabolisme organisme, termasuk pertumbuhan, reproduksi, dan aktivitas mencari makan.

Ikan mampu mendeteksi perubahan suhu dan menyesuaikan perilakunya untuk mencari area yang lebih sesuai. Suhu perairan Sungai Rampi tidak menunjukkan perbedaan mencolok antarstasiun.

Parameter oksigen terlarut (DO) berada pada kisaran 4,1–4,3 mg/L, dan pH berkisar 3,82–6,92.

Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa kondisi perairan pada seluruh stasiun masih berada dalam kisaran yang dapat mendukung kehidupan ikan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, bantaran Sungai Baliase merupakan habitat yang layak bagi ikan medaka (Oryzias sp.), yang ditunjukkan oleh keberadaannya pada seluruh titik pengamatan serta kualitas air yang mendukung kelangsungan hidupnya.

Untuk menjaga kelestarian ikan endemik ini, sangat disarankan agar tidak dilakukan introduksi spesies ikan asing ke wilayah sungai, karena berpotensi menjadi predator maupun pesaing bagi ikan asli yang ada di daerah tersebut.

 

Penulis

Tim Prodi S2 Ilmu Perikanan Unanda

Irman Halid dan Zulkifar Jusman