Kepentingan perempuan dan Mubes IKA Unhas, Ema Husain: Hanya ada nama Andi Ina

  • Whatsapp
Aktivits advokasi hak-hak perempuan Ema Husai dan kolega (kedua dari kanan) bersama Pelakita.ID (dok: istimewa)

DPRD Makassar

“Bagaimana mau terbangun kekuatan (IKA Unhas) jika masih abai terhadap kelompok lainnya. Termasuk penyandang disabilitasm, cek data alumni yang penyandang disabilitas apakah ada data anggota yang pilah?” Ema Husain

 

Read More

PELAKITA.ID – Keberhasilan pelaksanaan Mubes Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin yang digelar 4 hingga 6 Maret 2022 sangat ditentukan tingkat partisipasi alumni, keterwakilan fakultas hingga terpilihnya ketua umum kredibel, kompeten dan akomodatif gender dan kelompok rentan pada struktur ‘perahu besar’ IKA Unhas pasca JK.

Hal tersebut didasarkan pada penjaringan harapan kelompok perempuan oleh Pelakita.ID pada beberapa anggota kelompok perempuan alumni Unhas, 17/2/2022.

Tema perempuan dan IKA Unhas menjadi sangat penting. Di beberapa grup media sosial menguat harapan agar IKA Unhas kelak menyiapkan atau membuka akses  kelompok perempuan untuk urunan  mengurus perahu besar IKA Unhas yang akan melayari masa kepengurusan berikutnya.

Andi Sri Wulandani, aktivis HMI, penggiat gerakan pemberdayaan perempuan menyebut bahwa dia saat ini adalah salah satu anggota panitia Mubes IKA Unhas yang akan digelar pada 4 sampai 6 Maret 2022 di Makassar.

“Terkait seperti apa efektivitas Mubes dan figur ketua terpilih, saya belum meng-update ke arah sana. Karena kapasitas sebagai panitia menjadi tim saja. Kalau hal itu mungkin ada tim tertentu yang punya ranah di situ yang menentukan kualifikasi dan bagaimana mekanisme penjaringan,” balasnya saat dihubungi Pelakita.ID.

Meski demikian dia berharap siapapun yang terpiih harus betul-betul representatif dari aspirasi alumni-alumni Unhas.

Wulandani menyebut kepanitiaan Mubes IKA Unhas sudah terbentuk dan komposisi kepanitiaannya terdiri dari alumni-alumni yang punya pengalaman dan piawai dalam mengorganisir kegiatan.

“Rencana Mubes yang akan digelar 4-6 Maret 2022 tentu telah melalui perencanaan dan menuju ke sana, panitia akan mengoptimalkan diri untuk menyusun agenda kegiatan. Beberapa tantangan pasti ada, misal pandemi yang belum berkesudahan, tapi dengan melalui protokol kesehatan, kegiatan akan bs dilaksanakan. Dengan kesiapan yang baik dan terencana tidak ada yang tidak mungkin,” sebutnya.

Akitivis advokasi hak-hak perempuan dan gerakan anti-korupsi Sulsel, Ema Husain mengakui selama ini belum dapat banyak informasi tetapi dia punya penilaian dan harapan.

“Terkait Mubes, kalau saya yang heboh di grup ha-ha-ha. Bagaimanakah itu proses pendaftaran calonnya, saya sendiri belum tahu akses ke mana, yang heboh panitia inti-ji atau mereka yang punya calon,” tanggapnya.

Aktivis advokasi hak-hak perempuan dan antikorupsi Ema Husain( dok: istimewa)

Terkait figur calon ketua umum atau yang bisa mewakili aspirasi kelompok perempuan, Ema melihat nama A. Ina Kartika Sari yang mengemuka.

“Saya lihat hanya Andi Ina yang muncul sebagai calon. Apakah ada aturan tentang keterwakilan perempuan yang di buat sebagai kebijakan, ataukah ada ruang yang dibuat oleh tim panitia terkait perempuan ini? Saya ikutan heboh pasang foto saja deh,” lanjutnya.

“Seharusnya memang IKA Unhas mempertimbangkan keterwakilan perempuan dan memulai dari menerapkan affirmative action aturan, ke depannya IKA perlu menjadi bagain penting dari permasalahan yang ada apaalagi IKA kaya sumberdaya manusia yang cerdas,” terang Ema.

Bukan hanya itu, Ema berharap agar Mubes atau IKA keseluruhan harus mengedepankan keadilan pada semua kalangan termasuk disabilitas.

“Bagaimana mau terbangun kekuatan jika masih abaik terhadap kelompok lainnya. Termasuk penyandang disabilitas , cek data alumni yang penyandang disabilitas apakah ada data anggota yang pilah?” tanyanya.

“Yang pasti jangan sampai ada kesan 4L, lu lagi, lu lagi, ha-ha-ha,” seru Ema.

Andi Fitri Balasong, anggota grup Whatsapp grup yang ditanya terkait harapan pada Mubes IKA Unhas serta bagaimana aspirasi perempuan diakomodir dalam proses Mubes menjawab diplomatis.

“Saya sempat intip-intip percakapan di grup, tapi tidak serius amat bacanya. Yah, sejauh ini Mubes IKA berdampak bagi soliditas dan penguatan kapasitas keilmuan ke depan. It’s okelah,”  sebut Fitri.

Dua nama sosok alumni yang dihubungi Pelakita.ID Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara dan Andi Ina Kartika Sari ketua DPRD Sulawesi Selatan belum menjawab hingga berita ini ditulis.

Terpisah, saat dihubungi Pelakita.ID, jurnalis senior, Mulawarman memberikan penilaiannya. “Saya setuju kalau kelompok rentan menjadi perhatian pengurus, rentan ini termasuk anak-anak muda yang selama ini jarang dilirik pengurus IKA Unhas,” katanya.

“Saya setuju pandangan Ibu Ema, peserta, alumni dalam arti seluas mungkin. Oleh sebab itu, pelaksanaan Mubes IKA itu harus aktual dan futuris-nya acara rangkaian. Lalu jumlah partisipan aktif, ada program kerja yang dihasilkan Mubes yang tepat dan stretegis,” jelasnya.

“Terakhir, pemilihan ketua demokratis dan pengurus yang dihasilkan segar atau anak-anak muda yang pntar dan enerjik,” pungkasnya.

 

Editor: K. Azis

Related posts