Aku Bercita-cita Jadi Polwan Supaya Mama dan Ayahku Bangga

  • Whatsapp
Oleh: Maria Agenesia Arica Nggara (11 Tahun, Kelas 6B, Murid SD Inpres Tello Baru 2, Makassar)

Oleh: Maria Agenesia Arica Nggara (11 Tahun, Kelas 6B, Murid SD Inpres Tello Baru 2, Makassar)

PELAKITA.ID – Pengorbanan mamaku begitu panjang. Dia begitu susah melahirkanku. Taruhannya, antara hidup atau mati. Karena melahirkan itu butuh effort untuk mengedan. Supaya bayi keluar. Mamaku pernah berada di posisi itu, saat melahirkanku.

Mamaku pernah cerita, katanya, pas dia melahirkanku, dia mengalami pendarahan sangat hebat. Akan tetapi mamaku bisa berjuang sampai akhirnya aku keluar dari kandungannya.

Dahulu, mama belum mempunyai uang untuk membelikan aku susu. Untuk sementara, aku dikasi minum air tawar supaya aku tidak haus dan lapar. Kemudian, mama menitipkan aku ke ayah, dan dia pergi mencari pinjaman agar aku bisa minum susu.

Ketika mama melahirkan aku, dia sangat kurus. Kini aku sudah besar, dan berjanji kepada mama akan membanggakannya. Aku akan membalas budi baiknya yang begitu tulus telah membesarkan aku.

Mudah-mudahan orang tuaku panjang umur, supaya nanti bisa merasakan uang dari penghasilan anaknya ini.

Aku sangat sedih melihat orang tuaku kerja banting tulang, supaya saya bisa makan.

Aku berjanji pada orang tua, terus berusaha belajar. Belajar sekeras-kerasnya agar cita-citaku tercapai. Dari dahulu tekad itu sudah kutanamkan.

Aku bercita-cita menjadi Powan, supaya mama dan ayahku bangga.

Pesan moral dari ceritaku: sayangilah kedua orang tuamu, janganlah sia-siakan mereka sebelum meninggalkanmu.

Jangan malu punya orang tua susah. Malulah bila nanti sudah dewasa tetapi masih mengecewakan mereka.

“Tidak ada jalan tanpa debu, tidak ada kesuksesan tanpa doa ibu.”

I Love You Mom. []

Makassar, 19 Oktober 2026.