Viral Sampah Plastik di Lokasi Kuliner Galesong, Daeng Manye Beri Perhatian Khusus

  • Whatsapp
Pesisir Galesong disebut penuh sampah plastik, Daeng Manye beri tanggapan (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Viralnya video kondisi pesisir dan laut di wilayah Galesong, Kabupaten Takalar, yang disebut penuh sampah dan tampak kumuh, mendapat respon cepat dan perhatian khusus dari Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Video yang diunggah akun TikTok Muhammad Arsan Fitri itu menyoroti kondisi pesisir Pantai Desa Galesong Kota, khususnya di kawasan Pesisir Bayowa dan Lanna.

Dalam video tersebut terlihat tiang-tiang rumah makan di tepi pantai dikelilingi tumpukan sampah plastik yang terbawa arus laut.

Sorotan itu kemudian memicu perhatian publik dan menjadi bahan diskusi di media sosial mengenai pentingnya penanganan sampah pesisir, terutama di kawasan yang dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner laut favorit masyarakat Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyatakan apresiasinya terhadap kritik dan perhatian masyarakat terhadap kondisi lingkungan pesisir di Galesong.

“Kami mengapresiasi niat baik netizen dan awak media yang menyoroti kondisi pesisir Galesong yang kumuh. Kami harus respon ini secara khusus,” kata Daeng Manye saat dihubungi Pelakita.ID, Sabtu, 9 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini terutama di sekitar koordinat lokasi bertumpuknya sampah plastik juga dipengaruhi oleh faktor musim.

Capture video yang diposting oleh wartawan Berita Kota Makassar di akun Tiktok (dok: Istimewa)

Bulan Mei merupakan masa transisi dari musim barat menuju musim timur, yang kerap menyebabkan sampah laut, terutama sampah plastik, terbawa arus dan menumpuk di sepanjang pesisir barat Takalar, termasuk kawasan Galesong.

Meski demikian, Daeng Manye menilai masukan masyarakat tersebut sangat penting sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah, terutama pemerintah desa dan kecamatan yang wilayahnya menjadi pusat aktivitas wisata dan kuliner pesisir.

“Kita tentu tidak mau dengan berita sampah ini mengurangi minat orang untuk berkunjung ke destinasi kuliner Galesong. Karena itu saya mengajak semua pihak untuk turun tangan membantu membersihkan dan menyiapkan tempat sampah, pengangkutan, dan antisipasi situasi seperti ini,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Daeng Manye mengaku telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa di wilayah pesisir Kecamatan Galesong untuk segera melakukan penanganan.

Ia berharap keluhan masyarakat dan pengunjung terkait kondisi pesisir tersebut dapat segera diatasi agar kawasan wisata kuliner Galesong kembali bersih dan nyaman dikunjungi.

“Segera kami respon ini. Semoga besok semua yang dikeluhkan pengunjung kuliner tersebut bisa diselesaikan, dan lokasi kembali bersih, dari sampah terutama sampah plastik,” tegasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan sampah laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat, pelaku usaha kuliner, pengunjung, hingga komunitas lingkungan.

Di tengah berkembangnya wisata pesisir dan ekonomi kuliner di Galesong, kebersihan pantai menjadi faktor penting untuk menjaga citra daerah sekaligus keberlanjutan lingkungan pesisir Takalar.

Redaksi