Data faktual—baik data lama, data terbaru, maupun prediksi kondisi tahun berikutnya—merupakan hal yang sangat penting dan semestinya menjadi atensi bersama.
PELAKITA.ID – Pembangunan daerah yang efektif tidak dapat berjalan hanya berdasarkan asumsi, intuisi, atau kebiasaan administratif semata.
Menurut pandangan H. Rustan Rewa selaku Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pembangunan daerah harus bertumpu pada data dan informasi faktual yang akurat, terukur, dan terus diperbarui.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi bersama pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli, yaitu Kepala BPS Mohammad Zein yang didampingi Kepala Tata Usaha, Jasmar SP.
Dalam pandangannya, data memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Data membantu pemerintah memahami kondisi riil masyarakat, memetakan potensi daerah, mengenali tantangan pembangunan, sekaligus menentukan prioritas program yang tepat sasaran.
“Pembangunan yang baik harus berbasis pada data yang baik. Karena itu, data faktual menjadi kebutuhan utama pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa data tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap administrasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang relevan dan realistis.

Dengan dukungan data yang valid, pemerintah dapat mengetahui sektor-sektor unggulan daerah, kondisi ekonomi masyarakat, potensi investasi, produktivitas sektor pertanian dan perikanan, hingga perkembangan infrastruktur dan pelayanan publik.
Selain itu, data juga berfungsi sebagai alat evaluasi pembangunan. Pemerintah dapat mengukur efektivitas program, menilai capaian pembangunan, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang perlu diperbaiki di masa mendatang.
Menurut H. Rustan Rewa, data faktual—baik data lama, data terbaru, maupun prediksi kondisi tahun berikutnya—merupakan hal yang sangat penting dan semestinya menjadi atensi bersama.
Data historis diperlukan untuk membaca pola perkembangan daerah, data terbaru menggambarkan kondisi aktual masyarakat, sementara data prediktif membantu pemerintah menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Dalam konteks Kabupaten Tolitoli, kebutuhan terhadap pengelolaan data daerah menjadi semakin penting karena daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar.
Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, hingga potensi perdagangan dan pariwisata, semuanya membutuhkan dukungan sistem data yang kuat agar pengelolaannya dapat berjalan optimal.

Karena itu, ia menilai bahwa penguatan database daerah perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah bersama BPS dan berbagai instansi terkait perlu membangun sistem pengelolaan data yang terintegrasi, akurat, dan berkelanjutan.
“Di Tolitoli, kabupaten dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa, perlu diterapkan pengelolaan database daerah yang baik. Dengan begitu, perencanaan pembangunan menjadi lebih relevan karena data dan informasi faktual telah tersedia dengan baik,” jelasnya.
Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli dan BPS semakin kuat dalam mendukung pembangunan berbasis data.
Kualitas pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki. Data yang baik akan melahirkan kebijakan yang tepat, dan kebijakan yang tepat akan membawa masyarakat menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
Redaksi









