Ia sering memberikan pandangan mengenai dinamika geopolitik Timur Tengah, demokrasi Indonesia, kebijakan luar negeri, hingga tantangan global yang mempengaruhi posisi Indonesia di tingkat internasional. Pandangannya dikenal lugas, kritis, namun tetap berlandaskan pendekatan akademik.
PELAKITA.ID – Nama Adi Suryadi Culla dikenal luas di lingkungan akademik Universitas Hasanuddin maupun dalam ruang diskusi publik nasional dan internasional.
Sebagai dosen senior di Departemen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, ia merupakan salah satu akademisi yang aktif mengkaji isu-isu politik, demokrasi, geopolitik global, hingga dinamika hubungan internasional kontemporer.
Karier akademiknya dibangun melalui perjalanan pendidikan yang panjang.
Putra Gowa ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin, kemudian melanjutkan studi magister dan doktoral di bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Latar belakang akademik tersebut membentuk perspektif kritisnya dalam membaca berbagai persoalan politik nasional maupun internasional.
Di lingkungan kampus, Adi S. Culla dikenal aktif mengajar sejumlah mata kuliah strategis seperti Politik Internasional, Pengantar Hubungan Internasional, Demokrasi dan Masyarakat Global, serta Hak Asasi Manusia dalam Hubungan Internasional.
Melalui ruang-ruang kelas dan forum akademik, ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca realitas global secara kritis dan kontekstual.

Selain sebagai pengajar, ia juga memegang berbagai peran penting di lingkungan akademik dan organisasi kemasyarakatan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Laboratorium Hubungan Internasional FISIP Unhas serta aktif dalam berbagai forum intelektual di Sulawesi Selatan.
Kiprahnya tidak hanya terbatas di dunia kampus, tetapi juga menjangkau ruang publik melalui berbagai seminar, diskusi, dan forum kebijakan.
Dalam banyak kesempatan, Adi Suryadi Culla kerap tampil sebagai pengamat politik dan hubungan internasional.
Ia sering memberikan pandangan mengenai dinamika geopolitik Timur Tengah, demokrasi Indonesia, kebijakan luar negeri, hingga tantangan global yang mempengaruhi posisi Indonesia di tingkat internasional. Pandangannya dikenal lugas, kritis, namun tetap berlandaskan pendekatan akademik.
Di Sulawesi Selatan, ia juga dikenal sebagai salah satu intelektual yang konsisten mendorong penguatan budaya diskusi dan tradisi berpikir kritis di kalangan generasi muda termasuk di sejumlah elit Pemerintah Daerah.
Kehadirannya dalam berbagai forum akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat tradisi intelektual di lingkungan FISIP Unhas.
Sebagai akademisi dari Indonesia Timur, pria yang akrab dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin ini juga dinilai memiliki perhatian terhadap pentingnya perspektif kawasan, dinamika politik, dalam studi hubungan internasional.
Ia mendorong agar kajian-kajian global tidak hanya dilihat dari sudut pandang pusat kekuasaan dunia, tetapi juga dari kepentingan daerah dan masyarakat lokal.
Melalui kiprahnya sebagai dosen, peneliti, pengamat, dan intelektual publik, Adi Suryadi Culla menjadi salah satu figur akademik yang terus berkontribusi dalam pengembangan pemikiran politik dan hubungan internasional di Indonesia, khususnya dari lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
Redaksi









