1 Tahun Lutim ‘Juara’ | Pelayanan Publik Kian Prima, Pengangguran dan Kemiskinan Menurun

  • Whatsapp
Ir. H. Irwan Bachri Syam dan Dra. Hj. Puspawati Husler Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur masa Jabatan 2025-2030

Di sisi lain, angka kemiskinan juga menunjukkan tren menurun. Data dalam buku “Kabupaten Luwu Timur Dalam Angka Volume 20 Tahun 2026” yang diterbitkan BPS Kabupaten Luwu Timur mencatat persentase penduduk miskin turun dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen pada 2025.

PELAKITA.ID – Kinerja Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan.

Peningkatan kualitas pelayanan publik berjalan seiring dengan membaiknya indikator sosial dan ekonomi daerah, menandakan arah pembangunan yang semakin tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat yang dilaksanakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan publik mencapai 89,93 persen dengan kategori “Sangat Baik”.

Capaian ini tidak hanya menunjukkan kualitas pelayanan yang prima, tetapi juga melampaui target kinerja yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar 87,86 persen.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa berbagai upaya pembenahan sistem, peningkatan profesionalisme aparatur, serta penyederhanaan prosedur pelayanan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan responsif menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.

Perkembangan positif juga terlihat pada indikator ketenagakerjaan. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 68/11/73/Th. XXIX tertanggal 5 November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Luwu Timur mengalami penurunan signifikan. Dari 4,58 persen pada Agustus 2024, angka tersebut turun menjadi 3,70 persen pada Agustus 2025.

Penurunan ini mencerminkan meningkatnya penyerapan tenaga kerja serta semakin bergeraknya aktivitas ekonomi di daerah.

Program pembangunan yang mendorong investasi, penguatan sektor riil, serta pemberdayaan masyarakat dinilai mulai memberikan hasil nyata dalam memperluas kesempatan kerja.

Di sisi lain, angka kemiskinan juga menunjukkan tren menurun. Data dalam buku “Kabupaten Luwu Timur Dalam Angka Volume 20 Tahun 2026” yang diterbitkan BPS Kabupaten Luwu Timur mencatat persentase penduduk miskin turun dari 6,55 persen pada 2024 menjadi 5,79 persen pada 2025.

Perbaikan ini menjadi indikator penting bahwa kebijakan pembangunan daerah semakin menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kombinasi antara meningkatnya kepuasan terhadap pelayanan publik dan membaiknya indikator sosial ekonomi menjadi gambaran bahwa pembangunan di Luwu Timur bergerak ke arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Upaya pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Capaian ini menjadi modal strategis bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, memperluas akses layanan publik, serta mengakselerasi program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan tren yang terus menunjukkan perbaikan, optimisme terhadap masa depan Luwu Timur kian menguat.

Komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan prima dan pembangunan yang merata menjadi fondasi penting menuju daerah yang semakin maju dan sejahtera.