PELAKITA.ID – Tahun 2025 menjadi rentang waktu yang istimewa dalam perjalanan hidup dan kerja saya.
Akhir 2024, dan awal tahun saya habiskan di Negeri Oman sampai tidak bisa merayakan ulang tahun anak saya Intan Marina pada 26 Desember, dan sepanjang tahun itu pula saya tercatat tiga kali kembali ke sana bersama sahabat-sahabat alumni Kelautan Unhas: Imran Lapong, Akhmad Rhevqi, Aidil Syam, dan Hendrik “Edo” Widjaya.
Dari Muscat hingga Salalah, Al Duqm, Sadaa, Mirbat, Al Burqa, sampai Marina Al Mouj yang kami jelajahi dengan kapal kayu khas Oman, perjalanan ini bukan sekadar mobilitas geografis, tetapi ruang perjumpaan gagasan.
Di sana, kami berinteraksi dengan tokoh-tokoh Oman penting, berdiskusi tentang ikhtiar dan riset budidaya rumput laut, sekaligus menyaksikan denyut kehidupan para pekerja Indonesia—dari warkop, restoran, hingga para migran asal Pulau Jawa—yang menguatkan makna kerja dan harapan.
Sepanjang 2025, saya tetap terhubung dan bekerja bersama kawan-kawan di The COMMIT Foundation.
Bersama Kanda Ashar Karateng, Ustaz Jumardi Lanta, tim PPM PT Vale, para fasilitator desa, serta kolega di Sorowako seperti Gani, Enda, dan Darsam, Sorowako menjadi tempat yang nyaris rutin saya datangi.
Beberapa kali perjalanan dilakukan, dengan kunjungan terakhir hanya sepekan sebelum tahun berakhir 2025.
Tahun ini juga menandai tahun ketujuh kebersamaan kami di Sorowako dengan bendera The COMMIT Foundation.
Yang selalu membekas adalah persahabatan dan inspirasi dari barisan Eksternal PT Vale—Endra Kusuma, Yusri Yunus, Safaruddin, Khaerul Ikhsan, hingga Sainab Paragay—yang menghadirkan kerja kolaboratif penuh makna.
Interaksi dengan sahabat alumni Kelautan Unhas juga terasa semakin intens di 2025, baik yang berkiprah di Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun di Kemenko Pangan.
Menjadi pewarta untuk kegiatan kementerian adalah bentuk kontribusi yang membanggakan. Bahkan, saya berkesempatan ikut menyusun buku Tata Kelola Budidaya Udang Nasional bersama Cahyadi Rasyid di Kemenko Pangan, serta mengikuti seminar di Banyuwangi. Banyak kawan baru saya temui, banyak inspirasi yang diboyong pulang, dan semuanya menjelma menjadi konten bermakna di Pelakita.ID.
Kebersamaan dengan alumni Smansa Makassar dan SMP Galesong juga mewarnai perjalanan 2025. Terlebih, Ketua IKA Smansa Makassar, Andi Ina Kartika Sari, berhasil menorehkan sejarah sebagai Bupati Barru. Komunikasi dengan alumni SMP Galesong pun terus terjaga melalui grup WhatsApp dan pertemuan sesekali.
Di tahun ini, saya merasa sudah cukup berada di “barisan terdepan” dalam mewartakan kegiatan IKA Smansa, dan dengan penuh harap menanti lahirnya regenerasi di 2026.
Saya juga bersyukur dikelilingi banyak kawan alumni Unhas yang menjadi mitra diskusi, mitra kritis, sekaligus sahabat dalam pasang surut gagasan.
Dari pertemuan yang intens hingga jeda yang sunyi, semuanya membentuk proses pendewasaan.
Dukungan mereka turut menguatkan Pelakita.ID—rumah kreatif yang telah kami rawat selama empat tahun terakhir—yang sepanjang 2025 aktif berkolaborasi dengan berbagai institusi di lingkup pemerintah daerah. Jejak-jejak ini terasa inspiratif dan semoga terus menggeliat di tahun mendatang.
Tahun 2025 juga menjadi ruang lahirnya sejumlah karya buku yang sedang disiapkan: pengalaman di lingkar tambang PT Vale, kerja-kerja di Kemenko Pangan, hingga pengelolaan sumber daya ikan bersama KKP. Semua adalah ikhtiar kecil untuk meninggalkan pengetahuan yang bisa dirawat dan dikembangkan.
Peluang baik dan memberi harapan di 2026 adalah saat ditawari kegiatan bersama Garuda Astacita Nusantara yang saat ini di bawah kepemimpinan alumni Smansa Makassar dan FH Unhas, Muhammad ‘Om Boer’ Burhanuddin.
Yang paling membahagiakan tentu kondisi keluarga. Anak dan istri dalam keadaan sehat walafiat. Ada yang telah stabil dalam pekerjaan, ada pula yang masih menempuh pendidikan. Intan betah bertugas di Polrestabes Makassar.
Anak kedua bersemangat menjalani pengabdiannya sebagai abdi negara. Si bungsu giat belajar di FKM Unhas—dua semester telah terlewati dan kini memasuki semester tiga.
Ibunda di Galesong, Amma Sompa, tetap sehat bersama keluarga, menjalani hari-hari dengan ketegaran yang sama, hampir sepuluh tahun setelah kepergian suami tercinta, Bapak Salle.
Sehari menjelang pergantian tahun, anak kedua merayakan kenaikan pangkat. Kami menikmati kebersamaan sederhana: santap siang, berfoto, dan saling mendoakan.
Sore harinya, saya mendapat kejutan manis—diajak ngopi oleh Prof. Dr. Amran Razak, S.E., M.Sc., guru besar yang sangat saya hormati di Unhas.
Di sela obrolan inspiratif, beliau mendoakan agar studi saya yang telah berlangsung di 2025, dan ke depan berjalan lancar. Pesannya sederhana namun mengena: tetap fokus, dan jangan lupa bahagia.
Tahun 2025 saya tutup dengan rasa syukur. Untuk perjalanan, persahabatan, kerja, keluarga, dan semua pelajaran yang menyertainya.
___
Kamaruddin ‘Denun’ Azis
Tamarunang, 1 Januari 2026









