Makassar 2026 dan Sejumlah Event Keren Siap Menanti Anda

  • Whatsapp
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (dok: Istimewa)
  • Pada Mei, Makassar menjadi ruang pertemuan ide dan literasi lewat Makassar International Writers Festival (MIWF). Festival ini diramaikan dengan pagelaran kesenian, misi budaya, serta ritual adat Adengka Silolo.
  • Kehadiran Gemaskop dan atraksi seni memperkaya festival ini sebagai ajang dialog lintas budaya dan pemikiran.

PELAKITA.ID – Tahun 2026 akan menjadi periode istimewa bagi Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar secara resmi menyiapkan Calendar of Events (CoE) 2026 yang dirancang sebagai rangkaian perayaan budaya, kreativitas, ekonomi, dan gaya hidup urban sepanjang tahun.

Tidak sekadar agenda seremonial, kalender ini mencerminkan upaya menjadikan Makassar sebagai kota tujuan event nasional dan internasional yang hidup, inklusif, dan berdaya saing.

Dengan memadukan seni, budaya, olahraga, UMKM, ekonomi kreatif, hingga isu lingkungan, Makassar 2026 menawarkan pengalaman yang beragam bagi warga maupun wisatawan.

Hampir setiap bulan, kota ini akan berdenyut dengan festival dan perhelatan yang memperkuat identitas Makassar sebagai kota pesisir yang dinamis dan terbuka.

Tahun dibuka pada 1 Januari 2026 dengan Suara’na Makassar, sebuah big event yang menghadirkan atraksi seni, pagelaran kesenian, serta suguhan Attayang Sunset yang menjadi ciri khas ruang ekspresi publik Makassar. Acara pembuka ini menjadi penanda bahwa Makassar memasuki tahun baru dengan semangat budaya dan kebersamaan.

Memasuki Februari, suasana semakin meriah melalui Makassar UMKM Skill Up Festival yang dirangkaikan dengan perayaan Cap Go Meh. Atraksi seni dan pagelaran budaya hadir berdampingan dengan upaya peningkatan kapasitas pelaku UMKM, menegaskan komitmen Makassar dalam mendorong ekonomi rakyat berbasis kreativitas dan keberagaman.

Bulan Maret diisi dengan Pagelaran Seni dan Budaya II 2026 yang bertepatan dengan peringatan HUT Korpri. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi seni sekaligus momentum refleksi peran aparatur sipil negara dalam pembangunan budaya. Pertunjukan seni, budaya, dan Attayang Sunset kembali menjadi daya tarik utama bagi masyarakat.

April menghadirkan semangat ekonomi kreatif melalui Pesta PAREKMA (Produk Kreatif Makassar). Beragam agenda digelar, mulai dari Saoraja Tanah Daeng Fest, Makassar Trade Expo, Jejak Rasa, hingga Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop). Festival ini mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan publik dalam satu ekosistem kreatif yang merayakan produk lokal dan identitas Makassar.

Pada Mei, Makassar menjadi ruang pertemuan ide dan literasi lewat Makassar International Writers Festival (MIWF). Festival ini diramaikan dengan pagelaran kesenian, misi budaya, serta ritual adat Adengka Silolo. Kehadiran Gemaskop dan atraksi seni memperkaya festival ini sebagai ajang dialog lintas budaya dan pemikiran.

Juni menjadi bulan yang penuh energi dengan Makassar Half Marathon, sebuah event olahraga yang dipadukan dengan festival kopi, lomba lagu daerah, peringatan Hari Lingkungan Hidup, dan misi budaya.

Perpaduan olahraga, seni, dan kepedulian lingkungan menegaskan wajah Makassar sebagai kota sehat dan berkelanjutan.

Pada Juli, perayaan HUT Dekranas menjadi sorotan utama. Festival permainan rakyat, festival fashion budaya, Cooperative Expo, hingga event nasional Singara’ Bulan (Hari Kebudayaan Tingkat Nasional – Harmony Budaya) digelar untuk memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya dan produk kerajinan lokal.

Agustus diwarnai semangat generasi muda melalui Indonesia Youth Summit. Festival Bulan Budaya,

Gerakan Cinta Budaya, Gebyar UMKM dan Kompetensi Bisnis 2026, serta Festival Makan Ikan menjadi rangkaian kegiatan yang menegaskan peran anak muda dalam pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya.

September menghadirkan nuansa seni urban dan musik lewat Makassar Jazz Festival, Pasar Desain, dan Makassar Art Forum. Rangkaian ini menjadikan Makassar sebagai ruang kreatif terbuka bagi seniman, desainer, dan musisi dari berbagai daerah.

Oktober menjadi salah satu bulan terpadat dengan event berskala internasional seperti Makassar International Jetski Championship x Aquabike 2026. Agenda lain meliputi Makassar Moving Image, Makassar Urban Heritage City Rally, Makassar Wedding Showcase, Localistic Trade Fest, hingga konser Rock in Celebes.

Bulan ini menunjukkan kapasitas Makassar sebagai tuan rumah event olahraga air, budaya urban, dan industri kreatif.

November diisi dengan Festival Kopi, Urban Farming Fest 2026, Festival Seni Pertunjukan, Pameran Makassar Craft, serta Makassar Great Sale 2026. Kegiatan ini memadukan isu pangan, pertanian perkotaan, seni, dan penguatan ekonomi lokal dalam satu rangkaian yang saling terhubung.

Tahun 2026 ditutup pada Desember dengan Festival Daur Bumi, sebuah perayaan yang mengangkat isu keberlanjutan dan lingkungan. Festival ini juga menjadi momentum peluncuran Calendar of Events berikutnya, ditutup dengan atraksi seni, pagelaran kesenian, dan Attayang Sunset yang merefleksikan perjalanan Makassar sepanjang tahun.

Dengan Calendar of Events 2026, Makassar tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman budaya, ekonomi, dan sosial yang utuh.

Kota ini bersiap menyambut siapa pun yang ingin menikmati energi pesisir, kekayaan tradisi, dan kreativitas urban dalam satu ruang yang hidup. Makassar 2026 bukan sekadar destinasi, melainkan panggung bersama untuk merayakan keberagaman dan masa depan.

___
Editor Denun