PELAKITA.ID – Jakarta, 15 Desember 2025 — Pemerintah terus memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama penggerak ekonomi biru nasional.
Melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalankan berbagai strategi pengembangan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan usaha, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan data KKP, hingga akhir 2024 terdapat 76.318 unit pengolahan ikan (UPI) skala mikro dan kecil di Indonesia. Namun, sebagian besar masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia, dengan dominasi usaha pengolahan sederhana seperti pengeringan dan penggaraman ikan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa UMKM perikanan masih menghadapi tantangan struktural, mulai dari keterbatasan permodalan, teknologi, mutu produk, hingga akses pasar.
Direktur Jenderal PDSPKP menegaskan bahwa penguatan UMKM kelautan dan perikanan menjadi bagian penting dari implementasi kebijakan ekonomi biru.
“UMKM harus didorong tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan naik kelas. Karena itu, pemerintah hadir sebagai fasilitator melalui penguatan pengolahan, mutu produk, pemasaran, logistik, dan investasi usaha perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya pada Kegiatan “Blue Future Forum” yang digelar pada Senin 15 Desember 2025 di Grand Mercure Kemayoran Jakarta.
Forum ini terselenggara atas kerjasama Kemen UMKM, KKP, DPP ISKINDO, BKTK PII, dan HIMITEKINDO.
Salah satu upaya konkret yang dijalankan adalah Program UMKM Naik Kelas, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pendampingan terpadu.

Program ini mencakup pendataan dan kurasi UMKM, penguatan legalitas usaha, peningkatan manajemen produksi dan keuangan, pengembangan SDM, hingga fasilitasi akses pasar domestik dan ekspor. Sepanjang 2025, program ini telah menjangkau ratusan UMKM di berbagai daerah, dengan capaian lebih dari lima persen UMKM peserta berhasil naik kelas, melampaui target tahunan.
Selain itu, Ditjen PDSPKP juga menargetkan peningkatan kinerja sektor melalui sasaran strategis 2025–2029, antara lain peningkatan nilai ekspor produk perikanan, penguatan perdagangan domestik, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi seperti rumput laut dan hasil olahan inovatif.
Target tahun 2026 mencakup nilai ekspor produk perikanan lainnya sebesar USD 6,05 miliar dan nilai perdagangan domestik mencapai Rp320,8 triliun.
Ke depan, pengembangan UMKM kelautan dan perikanan akan terus diperkuat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan media.
Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UMKM perikanan menjadi pelaku usaha yang tangguh, berdaya saing global, serta berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Redaksi
