Catatan Kegiatan, Kemajuan, Perhatian, dan Komitmen Kepemimpinan Bupati Andi Rosman & Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin
PELAKITA.ID – Memasuki akhir tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Wajo menunjukkan deretan capaian penting yang menegaskan arah kepemimpinan Bupati H. Andi Rosman dan Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin (DBR).
Berbagai agenda resmi selama Oktober–November 2025 memperlihatkan bagaimana keduanya menggabungkan pembangunan berbasis nilai budaya dan keagamaan dengan percepatan di bidang ekonomi rakyat, pendidikan anak, serta penguatan infrastruktur pedesaan.
Catatan berikut merangkum kemajuan sekaligus menunjukkan komitmen kepemimpinan keduanya dalam menggerakkan Wajo ke arah yang lebih inklusif dan berdaya.
Memperkuat Identitas Budaya dan Keagamaan
Salah satu agenda terbesar pada periode ini adalah Festival Danau Tempe (FDT) yang berlangsung pada 22 Oktober 2025. Mengusung tema “Warna-warni Budaya,” festival ini menjadi arena pertemuan antara budaya, religiusitas, kreativitas lokal, dan promosi pariwisata.
Dalam kegiatan Wajo Bersalawat di Lapangan Merdeka Sengkang, Bupati Andi Rosman menekankan bahwa festival bukan sekadar perayaan, tetapi instrumen strategis untuk menggerakkan UMKM, mempromosikan pariwisata, dan memperkuat kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Pendirian FDT sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku ekonomi kreatif, dan akademisi menegaskan arah kepemimpinan Andi Rosman yang tidak hanya mengandalkan kekuatan birokrasi, tetapi juga energi sosial masyarakat.
Tak hanya budaya, Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional / MQK Nasional yang dibuka pada 2 Oktober 2025 juga menjadi tonggak penting. Dihadiri ribuan santri dan tokoh agama, kegiatan ini memperkuat citra Wajo sebagai pusat keilmuan Islam.
Dukungan Gubernur Sulawesi Selatan berupa bantuan Rp5 miliar menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah mampu membuka kepercayaan dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi. Bupati Andi Rosman melihat MQK bukan hanya perayaan intelektual Islam, tetapi juga peluang memperluas jejaring internasional Wajo karena dihadiri peserta dari berbagai negara.
Penguatan Pendidikan Anak dan Pembangunan Sosial
Agenda berikutnya yang menonjol adalah Gebyar PAUD pada 14 Oktober 2025. Dalam acara ini, Bupati menegaskan komitmennya menyiapkan generasi masa depan dengan memperkuat karakter sejak dini melalui pendidikan anak usia dini.
Ia juga mengumumkan rencana penguatan sarana dan prasarana bagi ratusan PAUD di seluruh kecamatan. Ini adalah langkah konkret memperbaiki kualitas pendidikan dasar, sejalan dengan visi pembangunan manusia yang menjadi prioritas masa kepemimpinannya.
Pada 4 November 2025, Bupati kembali memimpin Forum Konsultasi Publik Kabupaten Layak Anak (KLA).
Dalam forum tersebut, ia meminta para camat untuk menciptakan ruang kreativitas yang layak dan aman bagi anak-anak.
Fokus pada pembangunan sosial terutama bagi kelompok anak-anak memperlihatkan orientasi kepemimpinan yang tidak hanya menitikberatkan pembangunan fisik, tetapi juga kualitas kehidupan sosial masyarakat.
Komitmen pada Pertanian dan Kedaulatan Pangan
Salah satu komitmen terbesar Bupati Andi Rosman dan Wabup DBR terlihat dalam agenda Tudang & Manre Sipulung bersama 4.000 petani pada 5 November 2025. Digelar di Rice Processing Center (RPC) Anabanua, kegiatan ini menjadi ruang dialog besar terkait penguatan pertanian Wajo.
Bupati menyebut petani sebagai “pejuang pangan” daerah dan menegaskan pentingnya memperkuat dukungan benih, alsintan, serta akses teknologi.
Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, yang menyatakan dukungan penuh untuk mempercepat program pertanian di Wajo, menunjukkan kemampuan Pemda menghubungkan kebutuhan petani dengan kebijakan pusat.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan Tudang Sipulung akan menjadi agenda tahunan sebagai momentum konsolidasi pengetahuan dan solusi bagi petani.
Percepatan Infrastruktur dan Mutasi Berbasis Kinerja
Komitmen pembangunan fisik tampak jelas melalui pengumuman pembangunan ruas jalan desa sepanjang 9,7 kilometer yang menghubungkan Desa Waetuwo dan Desa Tua pada 12 November 2025.
Pembangunan ini menjadi bukti bahwa pemerintahan Andi Rosman–DBR memprioritaskan akses pedesaan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan memperbaiki konektivitas, mobilitas barang dan jasa dapat meningkat, sekaligus membuka akses pelayanan yang lebih baik bagi warga.
Sebelumnya, pada 1 Oktober 2025, Bupati melakukan mutasi pejabat eselon II yang secara tegas disebut didasarkan pada penilaian kinerja, bukan pertimbangan politik. Langkah ini memperlihatkan komitmen untuk membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Pada 20–22 November 2025, Bupati Andi Rosman mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui pelatihan SDM Koperasi Merah Putih.
Pelatihan ini diarahkan untuk membangun tata kelola koperasi yang profesional dan efisien, sehingga koperasi dapat menjadi mesin ekonomi kerakyatan, sesuai dengan nilai gotong royong masyarakat Wajo.
Kepemimpinan yang Terstruktur dan Berorientasi Rakyat
Rangkaian kegiatan selama Oktober–November 2025 menunjukkan pola kepemimpinan yang strategis: menggabungkan pelestarian budaya dan agama, pembangunan manusia, penguatan ekonomi rakyat, serta perbaikan infrastruktur.
Bupati Andi Rosman dan Wabup Baso Rahmanuddin tampak konsisten menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Dengan capaian-capaian tersebut, Pemda Wajo memasuki akhir tahun 2025 dengan fondasi kuat untuk mempercepat pembangunan, memperluas partisipasi masyarakat, dan memperkuat identitas daerah yang religius, budaya, dan berdaya saing.
Redaksi Pelakita
