dr. H. Baso Rahmanuddin, Sang Dokter yang Birokrat

  • Whatsapp
Wakil Bupati dr Baso Rahmanuddin (dok: Infokom Wajo)

PELAKITA.ID – dr. H. Baso Rahmanuddin, M.M., M.Kes., adalah Wakil dari Bupati Wajo Andi Rosman dan merupakan salah satu figur penting dalam kepemimpinan Kabupaten Wajo yang muncul dari kombinasi kuat antara pengalaman medis, rekam jejak birokrasi, dan kemampuan manajerial.

Lahir di Atapange, Kecamatan Bontouse, ia tumbuh sebagai bagian dari masyarakat lokal Wajo sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Kariernya yang panjang di sektor kesehatan dan pengabdian di birokrasi menjadikannya salah satu tokoh daerah yang memahami betul tantangan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat akar rumput.

Jejak Karier dari Pelayanan Kesehatan

Baso memulai pengabdian sebagai tenaga kesehatan di lini terdepan. Pengalamannya sebagai dokter puskesmas memberinya perspektif langsung tentang kondisi kesehatan masyarakat Wajo, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga persoalan pelayanan dasar yang belum merata.

Dari sinilah ia mulai dikenal sebagai sosok yang tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap perbaikan sistem kesehatan secara menyeluruh.

Perjalanan kariernya terus menanjak ketika ia dipercayakan memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo. Dalam posisi ini, Baso turut mengawal berbagai program kesehatan mulai dari peningkatan pelayanan puskesmas, penguatan tenaga medis di kecamatan, hingga perbaikan manajemen fasilitas kesehatan.

Rekam jejaknya sebagai birokrat kesehatan menjadi modal penting yang mempersiapkannya menghadapi peran yang lebih strategis di pemerintahan daerah.

Dari Birokrat Teknis ke Panggung Politik

Setelah puluhan tahun berkarya di bidang kesehatan, Baso mulai aktif dalam organisasi politik dan kemudian dipercaya memimpin salah satu partai besar di Wajo. Kepemimpinannya di organisasi politik tersebut memperkuat kapasitasnya dalam mengelola isu-isu publik yang lebih luas, termasuk ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga pembangunan desa.

Perjalanan politik ini mencapai momentum penting ketika ia ditetapkan sebagai calon wakil bupati mendampingi H. Andi Rosman. Setelah melalui proses politik dan administrasi di tingkat DPRD, Baso resmi menduduki posisi Wakil Bupati Wajo.

Kombinasi latar belakang kesehatan, kemampuan manajerial, dan pengalaman sebagai pemimpin organisasi politik menjadikannya salah satu figur yang dinilai siap terlibat dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat kabupaten.

Sebagai bagian dari kepemimpinan daerah, Baso membawa orientasi pembangunan yang sangat dipengaruhi oleh masa pengabdiannya di sektor kesehatan. Ia memandang pembangunan tidak hanya sebagai pembangunan fisik, tetapi juga investasi pada manusia dan peningkatan kualitas layanan publik.

Dengan pengalaman panjang di dunia kesehatan, ia mendorong perbaikan layanan dasar, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penataan fasilitas primer agar lebih merata. Kesadaran bahwa kualitas pelayanan publik ditentukan oleh kualitas aparatur membuatnya menaruh perhatian besar pada penguatan kapasitas ASN, baik dari sisi kompetensi maupun integritas.

Sebagai pemimpin, Baso melihat tata kelola pemerintahan yang efektif hanya dapat berjalan jika aparatur memiliki komitmen moral yang kuat. Baginya, pemerintahan yang bersih bukan sekadar jargon, tetapi keharusan agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

Selaras dengan visi Bupati Andi Rosman, ia menekankan nilai-nilai dasar ASN seperti profesionalisme, akuntabilitas, loyalitas terhadap institusi, hingga kemampuan adaptasi terhadap perubahan.

Harapan dan Tantangan di Masa Kepemimpinan Baru

Sebagai Wakil Bupati Wajo, Baso memikul tugas strategis untuk membantu mengawal agenda pembangunan lima tahun ke depan. Tantangannya tidak ringan: penguatan layanan dasar, manajemen anggaran yang efisien, penataan fasilitas publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Dengan latar belakang teknis dan kapasitas manajerial yang kuat, Baso memiliki peluang besar untuk menerjemahkan pengalaman masa lalunya ke dalam kebijakan baru yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Pengalamannya di sektor kesehatan dapat menjadi jembatan untuk memperbaiki layanan publik lainnya, sementara kemampuan organisasionalnya menjadi modal penting dalam menjaga sinergi antarlembaga.

Di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, kepemimpinannya akan dinilai dari kemampuannya memperjuangkan pelayanan publik yang lebih adil, efektif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Dr. Baso Rahmanuddin telah menempuh perjalanan panjang dari dokter puskesmas hingga kursi kepemimpinan daerah.

Kini, ia berada pada fase penting untuk mewujudkan harapan masyarakat Wajo melalui pemerintahan yang lebih responsif, manusiawi, dan berdaya guna.