Mahasiswa Unhas Ciptakan Inovasi Gabin Biskuit Isi Selai Kacang, Optimalkan Potensi Hasil Tani Desa Tondongkura

  • Whatsapp
Mahasiswa Unhas Ciptakan Inovasi Gabin Biskuit Isi Selai Kacang, Optimalkan Potensi Hasil Tani Desa Tondongkura

PELAKITA.ID – Pangkep, 6 Agustus 2025 – Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 114 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar demonstrasi pembuatan gabin biskuit isi selai kacang di Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan potensi hasil tani desa, khususnya kacang tanah, menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Acara dihadiri oleh ibu-ibu RT dan RK, serta para pelaku UMKM setempat.

Demonstrasi dipimpin oleh Kurnia Haerani, mahasiswi Unhas yang memandu peserta mulai dari proses pembuatan selai kacang tanah hingga perakitan gabin biskuit.

Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga turut mempraktikkan pembuatan langsung. Kurnia juga berbagi tips menjaga kualitas produk, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan kacang agar aromanya lebih harum, hingga cara penyimpanan agar biskuit tetap renyah.

Salah satu warga, Fitriani, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Selain menambah keterampilan, ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Olahan ini sederhana, enak, dan bahan bakunya mudah didapat di sekitar sini. Kami bisa mempraktikkan sendiri di rumah, bahkan menjualnya untuk menambah penghasilan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu ibu PKK. “Desa kita punya kacang tanah melimpah. Kalau diolah dengan cara menarik seperti ini, nilainya pasti lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurut Kurnia, inovasi gabin isi selai kacang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi karena mengandung protein nabati. Dengan kemasan menarik dan strategi pemasaran tepat, produk ini berpotensi menjadi oleh-oleh khas Desa Tondongkura. Beberapa pelaku UMKM yang hadir mengaku tertarik untuk memasarkan produk ini, baik di kantin sekolah, acara hajatan, maupun secara daring.

Selain meningkatkan keterampilan warga, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN-T dan masyarakat desa.

Suasana hangat terlihat selama proses berlangsung, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian sampel gabin hasil praktik. Antusiasme peserta tergambar dari banyaknya pertanyaan seputar resep, teknik pengemasan, dan strategi penjualan.

Mahasiswa KKN-T berharap keterampilan yang didapatkan warga dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa.

Penulis: Kurnia Haerani