PELAKITA.ID – Sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa KKN-PK Angkatan 67 Universitas Hasanuddin mengadakan kegiatan edukasi bertajuk “Pentingnya Pencegahan Sarkopenia Sejak Dini sebagai Upaya Menjaga Fungsi Fisik dan Menggapai Masa Tua yang Berkualitas”.
Program ini berlangsung pada 20–21 Juli 2025 dengan penanggung jawab Eugenia Agnes Rombelayuk, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, di bawah bimbingan Bapak Arif Anwar, S.KM., M.Kes. selaku supervisor.
Meuurut Eugenia Agnes, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman masyarakat mengenai sarkopenia—kondisi hilangnya massa dan fungsi otot rangka yang umumnya terjadi seiring bertambahnya usia.
“Hasil tanya jawab dengan warga menunjukkan bahwa sebagian besar belum pernah mendengar istilah ini dan menganggap penurunan kekuatan fisik di usia lanjut sebagai sesuatu yang wajar dan tak terhindarkan,” kata Agnes.
Padahal, kata Agnes, sarkopenia dapat dicegah atau diperlambat melalui pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang tepat.
Sayangnya, pelayanan kesehatan lansia di puskesmas setempat masih berfokus pada keluhan utama, sehingga masalah ini belum mendapat perhatian memadai.

Program edukasi dilakukan dengan metode door-to-door ke rumah warga di Desa Parangloe, Kecamatan Parangloe. Untuk menjangkau seluruh dusun—Parangloe, Baturangki, dan Lembayya—tim KKN-PK dibagi menjadi tiga kelompok.
Kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan leaflet yang memuat penjelasan sederhana tentang sarkopenia, ilustrasi perbandingan otot sehat dan otot sarkopenia, serta penyebab, tanda, dampak, dan langkah pencegahannya.
Leaflet ini juga dibagikan sebagai media edukasi berkelanjutan. Sesi ditutup dengan post-test guna menilai peningkatan pemahaman warga setelah edukasi.
Respon masyarakat sangat positif. Banyak peserta yang mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi atau kondisi lansia di sekitar mereka yang menunjukkan gejala sarkopenia.
Tim KKN-PK berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi warga Desa Parangloe untuk lebih peduli terhadap pencegahan sarkopenia, sehingga para lansia dapat menjalani masa tua yang lebih sehat, aktif, dan berkualitas.
Penulis: Eugenia Agnes Rombelayuk,
