Takalar Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Tiongkok Selatan, Serap Inspirasi dari Canton Fair 139

  • Whatsapp
Daeng Manye di Canton Fair 139 (dok: Istimewa)
  • Keunggulan utama Canton Fair terletak pada kemampuannya mempertemukan produsen dan pembeli dalam satu ruang besar yang dinamis.
  • Berbeda dengan platform digital, interaksi langsung di pameran ini memungkinkan negosiasi harga yang lebih fleksibel, verifikasi kualitas produk secara nyata, serta peluang membangun hubungan bisnis jangka panjang.

PELAKITA.ID – Pemerintah Kabupaten Takalar terus membuka peluang kerja sama internasional guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sebuah pertemuan penting, Bupati Takalar, Firdaus, berkesempatan berdialog langsung dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dalam hal ini Ben Perkasa untuk membahas potensi kolaborasi antara Kabupaten Takalar dan kawasan Tiongkok Selatan, khususnya Provinsi Guangdong.

Pertemuan tersebut membahas berbagai proyeksi kerja sama yang dapat dikembangkan, mulai dari sektor investasi hingga peluang kemitraan antardaerah melalui skema sister city.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, kedua pihak melihat adanya peluang besar bagi Takalar untuk menarik investor dari Tiongkok Selatan, sekaligus memperluas jaringan kerja sama ekonomi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan ini, khususnya melalui fungsi ekonomi dan kerja sama daerah,” kata Ben.

Dukungan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas bagi Kabupaten Takalar dalam menjalin hubungan dengan mitra strategis di luar negeri.

Bupati Takalar, Firdaus, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar siap menindaklanjuti berbagai peluang yang telah dibahas, termasuk rencana pengembangan kerja sama sister city dengan salah satu daerah di Provinsi Guangdong.

“Pertemuan ini membuka ruang yang sangat besar bagi Takalar untuk memperkenalkan potensi daerah kepada investor dari Tiongkok Selatan. Harapannya, ke depan akan terbangun hubungan yang lebih terkoordinasi dan konkret, sehingga investasi dapat masuk dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Dengan adanya inisiasi kerja sama ini, Kabupaten Takalar diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Daeng Manye ke Canton Fair

Perhelatan dagang terbesar di dunia, Canton Fair 139, tengah berlangsung di Guangzhou sepanjang April hingga awal Mei 2026.

Ajang yang dihadiri oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye ini bukan sekadar pameran produk, melainkan pusat pertemuan strategis antara pelaku industri, investor, dan pemerintah dari berbagai negara.

Ribuan perusahaan dari seluruh penjuru Tiongkok memamerkan produk unggulan mereka, sementara pembeli internasional datang untuk menjajaki kerja sama, melakukan negosiasi, hingga menutup kesepakatan bisnis secara langsung.

Diselenggarakan di kompleks megah China Import and Export Fair Complex, Canton Fair edisi ke-139 dibagi ke dalam tiga fase utama.

Fase pertama berfokus pada sektor teknologi, elektronik, dan mesin industri—menjadi magnet bagi pelaku manufaktur dan energi.

Fase kedua menampilkan produk rumah tangga, furnitur, serta bahan bangunan, yang relevan bagi sektor properti dan ritel.

Sementara fase ketiga menghadirkan tekstil, produk konsumen, hingga kebutuhan medis dan makanan, menjadikannya ruang penting bagi industri gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Daeng Manye, keunggulan utama Canton Fair terletak pada kemampuannya mempertemukan produsen dan pembeli dalam satu ruang besar yang dinamis.

“Berbeda dengan platform digital, interaksi langsung di pameran ini memungkinkan negosiasi harga yang lebih fleksibel, verifikasi kualitas produk secara nyata, serta peluang membangun hubungan bisnis jangka panjang,” sebutnya.

“Tidak heran jika banyak pelaku usaha global menjadikan Canton Fair sebagai pintu masuk utama ke pasar Tiongkok sekaligus gerbang ekspansi ke pasar internasional,” tambahnya.

Bagi Indonesia, termasuk daerah seperti Kabupaten Takalar, momentum ini memiliki arti strategis. Canton Fair membuka peluang besar untuk menarik investasi, memperluas jaringan ekspor, serta membangun kemitraan industri dengan pelaku usaha dari Tiongkok Selatan, khususnya Provinsi Guangdong.

“Keterlibatan aktif dalam forum seperti ini juga dapat memperkuat diplomasi ekonomi daerah, termasuk mendorong skema kerja sama seperti sister city yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan transfer teknologi,” sebut Daeng Manye.

Meski demikian, skala Canton Fair yang sangat besar juga menjadi tantangan tersendiri.

Ribuan stan dan ragam produk menuntut kesiapan strategi yang matang dari para peserta, mulai dari pemetaan sektor prioritas hingga kemampuan negosiasi yang efektif. Tanpa persiapan yang baik, peluang besar yang tersedia justru bisa terlewatkan.

“Canton Fair bukan sekadar pameran dagang, melainkan simbol dari dinamika ekonomi global yang terus bergerak. Di sinilah produk, ide, dan kepentingan bertemu—membentuk jejaring baru yang berpotensi mengubah arah ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah,” terang Daeng Manye.

Menurut Daeng Manye, peluang kerjasama dengan pihak China ini sangat terbuka lebar apalagi telah ada sejumlah proyek disiapkan dan didukung oleh negara.

“Ini artinya potensi sumber daya manusia, alam seperti pertanian,perkebunan, kelautan dan perikanan hingga energi dan sumber daya mineral bisa menjadi pintu masuk pembangunan Takalar yang bisa dikerjasamakan dengan Pemda apalagi telah ada digitalisasi yang efektif sebagai nilai tambah investasi,” kunci Daeng Manye.

Editor Denun