PELAKITA.ID – Rektor Jamaluddin Jompa terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam agenda pembangunan nasional.
Dalam sebuah pertemuan strategis dengan Basuki Hadimuljono, kepala Badan Otorita IKN, dibahas upaya mempererat sinergi antara Universitas Hasanuddin dan Otorita Ibu Kota Nusantara dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pertemuan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, dengan menempatkan ilmu pengetahuan sebagai fondasi utama pembangunan.
Dalam kerangka ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penguatan tridarma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di kawasan IKN.
“Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan sumber daya manusia yang adaptif dan relevan dengan dinamika pembangunan IKN,” tulis Prof Jamaluddin Jompa di laman FB-nya, Jumat, 17 April 2026.
Melalui berbagai program afirmasi, Unhas diharapkan dapat membuka akses pendidikan dan peningkatan kapasitas bagi masyarakat di wilayah penyangga, sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam transformasi kawasan.
Di sisi lain, penguatan riset strategis menjadi agenda penting yang turut dibahas.
Riset yang berbasis data, lintas disiplin, dan berorientasi solusi diharapkan mampu menjadikan IKN sebagai living laboratory—ruang eksperimen nyata bagi inovasi yang berdampak langsung pada pembangunan.
Dengan pendekatan ini, hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi terimplementasi dalam kebijakan dan praktik pembangunan.
Aspek pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian utama dalam sinergi ini. Transfer pengetahuan, pendampingan, serta penguatan kapasitas lokal dinilai sebagai kunci untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. Masyarakat lokal diharapkan memperoleh manfaat nyata, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun peningkatan kualitas hidup.
Ke depan, kolaborasi antara Unhas dan Otorita IKN ini berpotensi melahirkan berbagai inisiatif strategis.
Di antaranya pengembangan hutan pendidikan dan riset, serta pembentukan sentra bisnis berbasis inovasi.
Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang adaptif, kompetitif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan berbasis pengetahuan.
Melalui langkah ini, Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mitra strategis negara dalam merancang masa depan Indonesia.









