Mahasiswa KKN Unhas Perkenalkan Alat Fogging Mandiri Cegah DBD di Desa Kanyuara

  • Whatsapp
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 Januari 2026 ini bertujuan meminimalisir risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat pada musim penghujan.

PELAKITA.ID – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) menyelenggarakan program kerja individu berupa pembuatan dan penggunaan alat fogging mandiri di Desa Kanyuara, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 Januari 2026 ini bertujuan meminimalisir risiko penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat pada musim penghujan.

Program ini dilatarbelakangi oleh keresahan warga terhadap tingginya populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan permukiman.

Berbeda dengan metode fogging konvensional yang membutuhkan biaya operasional cukup besar, mahasiswa KKN Unhas menghadirkan inovasi alat fogging mandiri yang lebih ekonomis, mudah dirakit, dan tetap efektif digunakan oleh masyarakat secara swadaya.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang berkelanjutan bagi warga Kelurahan Kanyuara. Dengan alat ini, masyarakat tidak perlu lagi menunggu bantuan alat berat dari pemerintah pusat atau daerah jika ingin melakukan pengasapan di lingkungan sekitar rumah,” ujar Hairil Fikri, mahasiswa penanggung jawab program kerja.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan metode 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi perakitan alat fogging, disertai penjelasan rinci mengenai fungsi masing-masing komponen, perbandingan bahan bakar dan insektisida, serta prosedur keselamatan selama pengoperasian alat.

Respons masyarakat Kelurahan Kanyuara terhadap kegiatan ini sangat antusias. Kepala Lurah beserta jajaran aparatur kelurahan turut hadir dan menyaksikan langsung proses demonstrasi pengasapan.

Beberapa titik pengasapan difokuskan pada area pembuangan sampah dan lokasi rawan sarang nyamuk, guna mendukung aktivitas ekonomi warga agar tetap berlangsung dalam kondisi yang sehat dan higienis.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian dalam menjaga sanitasi lingkungan semakin meningkat.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, dokumentasi kegiatan serta buku saku panduan pembuatan alat fogging mandiri juga diserahkan kepada pihak kelurahan agar dapat direplikasi dan dimanfaatkan kembali di masa mendatang secara swadaya.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dapat melahirkan solusi tepat guna untuk menjawab permasalahan kesehatan di tingkat lokal.

___
Penulis: Hairil Fikri, Mahasiswa KKN 115 Universitas Hasanuddin