PELAKITA.ID – Pulau Lae-Lae kembali menegaskan jati dirinya sebagai pulau kecil yang peduli pada lingkungan.
Melalui kegiatan Grand Opening Pulau Tepez yang digelar bersama komunitas Rempong dan Pemerintah Kelurahan Lae-Lae, sebuah komitmen bersama digaungkan: menjadikan Lae-Lae sebagai pulau tanpa sampah, 24 Desember 2025.
Pesan utamanya sederhana namun tegas—menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, serta menghentikan kebiasaan membuang sampah ke laut.
Inisiatif ini digagas oleh Anton Samalona, tokoh masyarakat Pulau Lae-Lae yang dikenal sebagai penggiat konservasi pesisir dan laut. Selama bertahun-tahun,

Anton konsisten mendorong kesadaran warga akan pentingnya menjaga laut sebagai ruang hidup, sumber penghidupan, sekaligus warisan bagi generasi mendatang. Pulau Tepez diharapkan menjadi simbol sekaligus ruang edukasi lingkungan berbasis masyarakat.
Pulau Lae-Lae sendiri terletak di sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari pesisir Kota Makassar dan dapat ditempuh dengan perahu motor selama 10–15 menit dari dermaga rakyat, seperti di kawasan Paotere atau sekitar Pantai Losari.
Akses yang mudah menjadikan pulau ini destinasi favorit warga kota yang ingin menikmati suasana pulau tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Masyarakat Pulau Lae-Lae sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor perikanan.
Kehidupan di pulau ini masih kental dengan nuansa kebersamaan, di mana aktivitas melaut, memperbaiki jaring, dan berinteraksi di pesisir menjadi pemandangan sehari-hari. Kesederhanaan hidup berpadu dengan keindahan alam yang memikat.
Pesisir Pulau Lae-Lae menawarkan panorama laut yang tenang, pasir yang bersih, serta cakrawala yang luas.
Saat matahari terbit, sinar keemasan menyapa laut dari timur, sementara senja menghadirkan pemandangan matahari tenggelam di ufuk barat yang memesona. Keindahan sunrise dan sunset inilah yang menjadi pengingat bahwa laut yang bersih adalah syarat utama bagi keindahan yang lestari.
Melalui Pulau Tepez, warga Lae-Lae menegaskan bahwa menjaga laut bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab bersama. Sebuah langkah kecil dari pulau kecil, untuk laut yang lebih besar dan masa depan yang lebih bersih.
Redaksi









