Lima modal Darwis Ismail untuk IKA Unhas

  • Whatsapp
Darwis Ismail, S.T, M.MA, ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas, calon kuat ketua IKA Unhas (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Publik di Makassar terhenyak. Tiba-tiba saja nama Darwis Ismail menyeruak. Namanya melambung, melampaui nama-nama beken yang bertemali ke IKA Unhas seperti Idrus Paturusi, Husain Abdullah bahkan sekelas Andi Amran Sulaiman pada perolehan suara online yang difavoritkan jadi ketua IKA Unhas.

Setelah itu, adalah headline atau halaman pertama Tribun Timur cetak yang menempatkan nama alumni Kelautan Unhas angkatan 92 itu sebagai yang dijagokan memimpin IKA Unhas setelah urutan pertama Mentan Syahrul Yasin Limpo.

Read More

Siapa Darwis Ismail

Dia alumnus Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas (Sekarang Ilmu Kelautan yang bergabung Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan) angkatan 1992. Saat ini adalah ketua Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA Unhas) untuk periode keduanya.

Pengalamannya relatif panjang sebagai pengusaha, sebagai kontraktor. Sebagai alaumni Ilmu Kelautan, dia punya minat pada pemanfaatan pesisir dan laut untuk pengembangan usaha perikanan. Pria berdarah Luwu ini punya tambak di Takalar dan pada saat yang sama dia mengelola café keren di seputaran Kalibata Jakarta Selatan, namanya Café Boska.

Kesediaan Darwis Ismail untuk maju sebagai ketua IKA Unhas didasari pengalaman dan harapannya untuk memberikan manfaat bagi alumni Unhas dengan mendayagunakan potensi alumni dan nama besar Unhas.

“Di Jakarta, saya menyaksikan bagaimana IKA dari kampus lain seperti IPB, UGM, Undip hingga UI dan ITB begitu bersemangat dan kreatif dengan adanya organisasi alumninya,” ujarnya.

“Jejaring mereka kuat dan bisa melakukan banyak hal dengan menggunakan kekuatan jejaring alumni atau mitra kampusnya. Mereka eksis di beragam pengembangan usaha, mulai dari peternakan, perikanan, pertanian, wisata bahari, perbankan hingga pertambangan,” ujarnya.

Bersama IKA Unhas , CEO Teknocorp di Jakarta ini optimis bisa memberikan kontribusi nyata untuk membesarkan IKA sebagai organisasi beragam latar belakang alumni.

Setidaknya ada lima modal yang disebutnya bisa menjadi bekal jika kelak menjadi ketua IKA Unhas.

Pertama, pengalaman mengelola organisasi seperti ISLA Unhas merupakan dasar dalam mengelola organsiasi alumni seperti IKA Unhas yang lebih luas. Kemajemukan anggota bisa dikelola dengan menggelar program-program akomodatif dan dibutuhkan alumni seperti futsal bareng hingga kegiatan bakti sosial.

Kedua, pengalaman jejaring usaha dan pertemanan dengan tokoh-tokoh politisi, komunitas dan aktivis Unhas di Jakarta menurutnya modal yang baik untuk bisa bersama-sama membahas program strategis untuk IKA Unhas.

Ketiga, komitmen alumni untuk mendirikan sekretariat IKA Unhas di Jakarta atau di Makassar merupakan alasan tepat untuk bersama-sama dengan alunni Fakultas lain di Unhas menggagas proses dan strategi implementasinya.

Café Boska yang berlokasi di daerah Kalibata sudah menjadi contoh baik bagaimana alumni bisa memanfaatkan fasilitas ‘sekretariat ISLA Unhas’ ini untuk membahas agenda-agenda pemajuan IKA Unhas termasuk persiapan Mubes Unhas.

Keempat, kuatnya relasi dan pertemanan jebolan Magister Agribisnis di IPB ini di Kementerian dan Lembaga di Jakarta hingga level Kabupaten/Kota merupakan peluang untuk merintis kolaborasi antar insitusi, sektor dan profesionalisme, baik skala nasional maupun lokal.

Kelima, sebagai alumni Kelautan Unhas, ada harapan besar untuk menjadikan Unhas melalui IKA Unhas untuk bisa menjadi salah satu perguruan tinggi yang peduli, berkomitmen, siap mengawal potensi maritim sebagai salah satu keunggulan posisional Unhas dan Sulawesi Selatan secara umum.

 

Editor: K. Azis

Related posts