Dari Desa untuk Wisata: Pigitrip sebagai Upaya Pengenalan dan Pengembangan Potensi Desa Leppangeng

  • Whatsapp
Tantangan utama dalam pengembangan wisata desa saat ini bukan terletak pada minimnya potensi alam, melainkan pada keterbatasan akses informasi yang mampu menjangkau masyarakat luas.

PELAKITA.ID – SIDRAP, 3 Februari 2026 — Pengembangan wisata desa menjadi salah satu pendekatan strategis dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Desa tidak lagi dipahami semata sebagai wilayah administratif, melainkan sebagai ruang sosial yang menyimpan kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal yang dapat diolah menjadi daya tarik wisata. Namun, potensi tersebut kerap belum dikenal secara luas akibat keterbatasan media promosi dan akses informasi.

Desa Leppangeng, yang terletak di Kecamatan Pitu Rease, Kabupaten Sidenreng Rappang, memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan sebagai wisata desa.

Bentang alam pedesaan, aktivitas keseharian masyarakat, serta kehidupan sosial yang masih kental dengan nilai kebersamaan menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis desa.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut secara lebih luas, dibutuhkan inovasi yang memanfaatkan teknologi digital.

Salah satu mahasiswa KKN di Desa Leppangeng, Rahmah, mahasiswa Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pengembangan wisata desa saat ini bukan terletak pada minimnya potensi alam, melainkan pada keterbatasan akses informasi yang mampu menjangkau masyarakat luas.

“Percuma suatu daerah memiliki banyak potensi wisata jika keindahan dan keunikannya hanya dikenal oleh masyarakat lokal, tanpa adanya upaya pengelolaan, promosi, dan pengembangan yang terarah sehingga tidak mampu menjangkau khalayak yang lebih luas,” ungkap Rahmah.

Menanggapi kondisi tersebut, salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan Pigitrip, sebuah platform berbasis web yang dirancang untuk mengakses dan memperkenalkan berbagai potensi wisata desa.

Pigitrip menjadi sarana pengenalan awal potensi wisata Desa Leppangeng. Platform ini memungkinkan masyarakat maupun wisatawan memperoleh gambaran destinasi, akses menuju lokasi, estimasi biaya, peta digital interaktif, serta aktivitas lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Pigitrip berfungsi sebagai media digital yang menghubungkan informasi wisata dengan masyarakat luas, sehingga potensi desa dapat dikenal secara lebih sistematis dan mudah diakses. Melalui platform ini, potensi wisata disajikan dalam bentuk informasi yang menarik, informatif, dan edukatif.

Pigitrip menjadi sarana pengenalan awal potensi wisata Desa Leppangeng. Platform ini memungkinkan masyarakat maupun wisatawan memperoleh gambaran destinasi, akses menuju lokasi, estimasi biaya, peta digital interaktif, serta aktivitas lokal yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Dengan memanfaatkan teknologi digital, promosi wisata desa tidak lagi terbatas pada ruang lokal, tetapi mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Selain sebagai media promosi, Pigitrip juga berperan dalam membangun citra dan identitas wisata Desa Leppangeng. Informasi yang tersaji dalam platform ini mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan potensi desa secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, masyarakat desa tidak hanya diposisikan sebagai objek wisata, tetapi sebagai subjek utama dalam proses pengenalan dan pengembangan pariwisata.

Melalui pemanfaatan Pigitrip, Desa Leppangeng diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai desa dengan potensi wisata berbasis lokal yang terintegrasi secara digital. Upaya ini menjadi langkah awal menuju pengembangan wisata desa yang berkelanjutan, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi di era digital.

Pigitrip hadir sebagai platform digital yang berfokus pada penyediaan dan pengelolaan informasi destinasi wisata lokal secara terstruktur dan berkelanjutan.

Penulis: Rahmah, mahasiswa Program Studi Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin,