Mahasiswa KKN Unhas Gel. 115 Kembangkan Usaha Briket Sekam Padi, Optimalkan Pemasaran via Digital

  • Whatsapp
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 melaksanakan program kerja berupa “Branding dan Pemasaran Digital Usaha Briket dari Sekam Padi”.

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 115 melaksanakan program kerja berupa “Branding dan Pemasaran Digital Usaha Briket dari Sekam Padi”.

Kegiatan ini berlangsung pada Senin – Kamis (05-15/01) di Desa Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program ini dikoordinatori oleh Nur Siti Rahma setelah melihat bahwa sekam padi hanya dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dan pakan ternak, sehingga potensi ekonominya belum dioptimalkan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk mengolah sekam padi menjadi briket sebagai peluang usaha bernilai ekonomi melalui penguatan branding dan pemasaran digital.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mengawali kegiatan dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat briket sekam padi dan pentingnya branding dalam pengembangan usaha.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan identitas produk, seperti penentuan nama usaha, logo, serta desain kemasan sederhana.

Melalui program ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat untuk mengolah sekam padi menjadi briket sebagai peluang usaha bernilai ekonomi melalui penguatan branding dan pemasaran digital.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial, khususnya Instagram.

“Sebagai bentuk penguatan pemasaran secara langsung, kami memasang spanduk usaha briket di rumah salah satu warga yang berminat menjadi pelaku usaha. Lokasi tersebut nantinya dapat difungsikan sebagai kios promosi sekaligus tempat penjualan,” ujar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis tersebut.

Salah satu warga Desa Timoreng Panua, Ibu Hindong, mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Kami jadi lebih paham cara memasarkan produk, bukan hanya menjual secara langsung, tapi juga lewat media sosial,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Timoreng Panua. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa KKN sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini membuka wawasan warga untuk mengelola potensi desa dengan cara yang lebih modern dan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui program branding dan pemasaran digital, Rahma berharap usaha briket sekam padi dapat terus berkembang dan menjadi salah satu produk lokal unggulan Desa Timoreng Panua.

Penulis: Nur Siti Rahma, mahasiswa FEB Unhas