Widya Rusyanto, Menjaga Mutu Perikanan dari Pascapanen hingga Pasar

  • Whatsapp
Wydia Rusyanto saat memaparkan before and after-nya Cesium-137 (dok: Konservasi Indonesia)

PELAKITA.ID – Sosok Wydia Rusyanto penulis kenal pada pelaksanaan Lokakarya Nasional dan Peluncuran Tim Pelaksana Budidaya Udang Berkelanjutan di Banyuwangi, 10 Desember 2025.

Waktu itu, penulis bertindak sebagai moderator diskusi dan Wydia Rusyanto menjadi pembicara terkait isu Cesium-137. Tepatnya, before and aafter kasus Cesium-137 dan upaya-upaya Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam mengatasi persoalan pelik itu.

Kesimpulan penulis, di balik mutu produk perikanan Indonesia yang semakin diterima di pasar nasional dan internasional,  serta telah meredanya isu Cesium-137 yang ditandai ekspor udang berulang ke Amerika, terdapat kerja panjang para teknokrat yang mengawal standar, pengujian, dan sistem pengolahan.

Salah satu di antaranya adalah Ir. Widya Rusyanto, M.Si., pejabat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Mutu Pascapanen.

Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman birokrasi yang terbangun selama lebih dari dua dekade, Widya Rusyanto dikenal sebagai figur yang konsisten bekerja di simpul krusial: menjaga kualitas, keamanan, dan daya saing produk perikanan Indonesia.

Pendidikan yang Menjadi Pondasi Karier

Penulis berkelana di dunia maya dan menemukan jejak perjalanan profesional Widya Rusyanto berakar kuat pada pendidikan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan pada tahun 1991—sebuah disiplin yang secara langsung bersentuhan dengan isu pascapanen dan industri pengolahan.

Ketertarikannya pada aspek mutu dan keamanan pangan kemudian diperdalam melalui studi magister Ilmu Pangan di institusi yang sama, yang diselesaikannya pada tahun 2006. Kombinasi keilmuan ini menjadi fondasi penting bagi perannya dalam perumusan kebijakan dan implementasi standar mutu produk perikanan.

Karier Widya Rusyanto di KKP dimulai dari lini teknis yang sangat spesifik. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Mikrobiologi dan Organoleptik (2007–2010), posisi yang menuntut ketelitian tinggi dalam pengujian mutu dan keamanan produk.

Dari sana, ia dipercaya memimpin Subdirektorat Pengembangan Produk (2010–2012), lalu Subdirektorat Standarisasi (2012–2019). Pada fase ini, Widya Rusyanto berperan penting dalam penguatan standar nasional, harmonisasi dengan regulasi internasional, serta peningkatan kualitas produk olahan perikanan.

Kepercayaan institusi semakin besar ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (2019–2022), yang menjadi garda depan pengujian dan validasi mutu produk sebelum masuk pasar.

Mengawal Mutu di Tingkat Nasional

Puncak perjalanan kariernya tercermin dari penugasan sebagai Direktur Pengolahan dan Bina Mutu pada Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSKP) pada periode 2022–2024, kemudian sebagai Direktur Pengolahan pada 2024–2025.

Sejak 2025 hingga kini, Widya Rusyanto mengemban amanah sebagai Kepala Pusat Mutu Pascapanen, posisi strategis yang menempatkannya sebagai penentu arah kebijakan mutu, pengolahan, dan keamanan produk perikanan Indonesia. Dalam peran ini, ia tidak hanya mengelola sistem, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan mutu berpijak pada sains, praktik industri, dan tuntutan pasar global.

Widya Rusyanto dikenal sebagai sosok yang mampu menjembatani bahasa laboratorium, industri, dan regulasi.

Pengalamannya yang dimulai dari pengujian mikrobiologi hingga perumusan kebijakan nasional membuatnya memahami secara utuh rantai pascapanen perikanan—dari ikan mendarat hingga produk siap ekspor termasuk udang.

Dalam konteks persaingan global yang semakin ketat, peran tersebut menjadi sangat strategis. Mutu bukan lagi sekadar syarat administratif, melainkan kunci kepercayaan pasar dan keberlanjutan industri perikanan nasional.

Melalui kerja yang konsisten dan senyap, Widya Rusyanto berkontribusi memastikan bahwa produk perikanan Indonesia tidak hanya melimpah secara kuantitas, tetapi juga unggul dari sisi kualitas dan keamanan. Penulis teringat poin penting saat beliau paparan, tentang penting kerjasama lintas Kementerian dan Lembaga terutama jika ada hal-hal genting terkait komoditas ekspor Indonesia.

Pembaca sekalian, dedikasinya menjadi bagian penting dari upaya menjaga reputasi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu memenuhi standar global tanpa meninggalkan kepentingan pelaku usaha dalam negeri.

___
Penulis K. Azis