PELAKITA.ID – Makassar — Langit seperti ikut berduka. Hujan deras mengguyur kawasan Taman Dataran Indah, Perumahan Bosowa, tepat ketika jenazah dishalatkan di Masjid Amirah Al-Aksa, Selasa pagi, 14 Oktober 2025.
Tak lama setelah doa terakhir dipanjatkan, hujan perlahan mereda—seolah semesta memberi ruang bagi para pelayat untuk mengantar kepergian almarhum menuju mobil ambulans dengan tenang dan penuh hormat.
Almarhum H. Abd. Kadir Mappa, tutup usia pada 91 tahun, berpulang ke rahmatullah di RS Primaya Makassar pukul 04.25 WITA. Beliau meninggalkan empat orang anak dan dua belas cucu.
Sosok yang dikenal bersahaja ini juga merupakan ipar dari Aksa Mahmud, karena almarhumah istrinya adalah kakak kandung tokoh pengusaha nasional tersebut. Jenazah kemudian dimakamkan di kampung halamannya, Kabupaten Barru, tanah kelahirannya yang penuh kenangan.
Bagi kami, para anggota Majelis Taklim Amirah Al-Aqsa, mengenal beliau bukan sekadar mengenal seorang tokoh, tetapi seperti mengenal sosok ayah sendiri. Rumah beliau sering menjadi tempat kami belajar mengaji—tempat yang penuh keberkahan dan kehangatan.
Masih terekam jelas dalam ingatan kami, saat kami duduk bersila di ruang tamu rumahnya, melantunkan ayat-ayat suci dengan suara terbata-bata.
Almarhum yang kala itu duduk di kursi ruang tamu, dengan penuh perhatian menyimak bacaan kami satu per satu.
Tak jarang beliau menegur lembut jika ada kesalahan dalam tajwid atau makhraj, padahal beliau tidak melihat mushaf di tangan kami.
MasyaAllah, pendengarannya begitu tajam, dan ingatannya terhadap Al-Qur’an begitu kuat—seakan ayat-ayat itu telah menjadi bagian dari hidupnya.
Saat jenazah tiba di Barru, hujan kembali turun. Seolah langit ikut menunduk, melepas kepergian seorang hamba yang telah mengabdikan hidupnya untuk ilmu dan amal saleh. Alam seperti menyertai perjalanan beliau menuju keabadian dengan kelembutan dan keikhlasan.
Almarhum dikenal luas sebagai sosok dermawan dan istiqamah dalam beramal. Setiap Sabtu dan Ahad, rumah beliau menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak dan remaja.
Anak-anak beliau sendiri turut mengajar mengaji di sana dengan penuh ketulusan, melanjutkan jejak sang ayah. Amal jariyah itu kini menjadi bekal terbaik yang terus mengalir bagi beliau di alam sana.
Kami, keluarga besar Majelis Taklim Amirah Al-Aqsa, menyampaikan doa yang tulus:
Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fuanhu.
Ya Allah, ampunilah beliau, rahmatilah beliau, lapangkan kuburnya, dan terimalah segala amal kebaikannya.
Semoga almarhum H. Abd. Kadir Mappa ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT, di taman-taman surga yang abadi.
Selamat jalan, guru dan orang tua kami. Semoga segala kebaikan dan keteladananmu menjadi penerang bagi kami yang masih berjalan di dunia ini.
Penulis: Dr. Fadiah Machmud
