Transformasi Alun-Alun dan Hutan Kota, Andi Ina Jadikan Barru Destinasi Idaman

  • Whatsapp
Bupati Barru, Andi Ina jajal alun-alun dan hutan Kota Barru, nyaman dan aman untuk semua termasuk anak-anak (dok: Ilustrasi Pelakita.ID)

Di Alun-Alun Kota Barru, masyarakat dapat duduk santai, mencicipi aneka jajanan, dan menikmati udara segar di antara pepohonan hutan kota — semuanya tanpa dikenakan biaya parkir.

PELAKITA.ID – Sebuah kota menarik untuk dikunjungi jika mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan, nyaman, dan bermakna bagi pengunjung. Sayangnya, tidak banyak pemimpin atau kepada daerah yang punya komitmen untuk memulai dari sini.

Kota-kota bahkan dibuat mencekam, tidak layak kunjung dan menjadi momok bagi pelancong atau wisatawan. Padahal, banyak spot wisata di daerah mereka yang mestinya menjadi daya tarik investasi dan devisa.

Kota-Kota idaman biasanya ditunjang oleh daya tarik wisata yang unik, seperti keindahan alam, situs sejarah dan budaya, festival khas, hingga suasana kota yang hidup di malam hari.

Pemimpin mestinya menyadari bahwa karakter kota yang kuat dan narasi lokal yang menggugah juga memberi nilai tambah, apalagi jika masyarakatnya ramah dan terbuka terhadap wisatawan.

Faktor penting lainnya adalah aksesibilitas yang baik—termasuk infrastruktur jalan, transportasi umum, konektivitas digital, serta ketersediaan informasi wisata—dan fasilitas pendukung seperti akomodasi, tempat makan, ruang publik yang bersih, serta lingkungan yang aman dan tertata.

Alun Alun Barru kini layak dikunjungi, bahkan saat malam tiba (dok: Istimewa)

Kehadiran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal juga menjadi daya tarik tersendiri, apalagi bila disertai dengan ruang promosi dan dukungan nyata dari pemerintah.

Selain itu, kota yang menarik umumnya memperhatikan aspek keberlanjutan dan kepekaan sosial-lingkungan, seperti menjaga kebersihan, merawat ruang hijau, serta menghadirkan konsep wisata edukatif atau ekowisata.

Jika Barru ingin menjadi destinasi yang diminati, maka pembenahan Alun-Alun dan Hutan Kota oleh Bupati Andi Ina adalah langkah strategis yang tepat.

Langkah ini bisa diperkuat dengan promosi digital, pembangunan identitas kota, dan penguatan UMKM sebagai pilar ekonomi wisata.

Cahaya Baru Alun-Alun Barru

Alun-alun Kota Barru sudah lama menjadi cerita tak sedap, tentang aset daerah yang tak menyenangkan. Saat malam, ada suasana mencekam, gelap dan sunyi pengunjung.

Saat pagi hingga petang, saat warga hendak berolahraga, fasilitasi sangat terbatas, sejumlah fasilitas bahkan keropos dan membahayakan buat anak-anak. Sampah berserak di mana-mana.

Nah, Bupati Barru yang relatif baru, Andi Ina Kartika Sari, menjawab ekspektasi tentang bagaimana Kota Barru yang strategis di pusat Sulawesi Selatan itu sebagai destinasi wisata, atau minimal layak dikunjungi oleh sesiapapun.

“Kami terus melakukan pembenahan demi mempercantik wajah kota Barru yang sebelumnya dikenal sebagai kabupaten yang gelap dan kurang tertata. Kini, citra itu perlahan berubah,” jawab Andi Ina saat dihubungi Pelakita.ID, Ahadm, 25 Mei 2025.

Andi Ina mengaku ingin membuktikan komitmennya dengan memperbaiki fasilitas umum dan menata ruang kota.

“Salah satu contohnya adalah Alun-Alun Barru, yang kini telah menjadi ruang publik yang nyaman dan terang benderang berkat pemasangan lampu-lampu,” jelasnya.

Andi Ina mengaku senang sebab apa yang ada di pikirannya dipahami dengan cepat oleh jajarannya. Tentang bagaimana memulai dari dalam lalu menjadi daya tarik bagi orang luar untuk datang dan berbahagia di Barru.

Fasilitas disiapkan demi pengunjung, bersih dan nyaman (dok: Istimewa)

“Alun-alun ini dulunya kumuh dan gelap, apalagi di malam hari. Alhamdulillah sekarang sudah berubah total. Semoga masyarakat bisa menikmati fasilitas yang telah disiapkan pemerintah,” ungkap Andi Ina.

Ia juga mengajak masyarakat maupun pelintas antar-kabupaten untuk singgah dan beristirahat di Barru. Selain fasilitas yang terus diperbarui, kini tersedia berbagai pilihan kuliner khas yang bisa dinikmati.

“Sekarang Barru bisa menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat yang melintas, termasuk dari dan ke Toraja. Kami mengajak masyarakat untuk singgah dan menikmati suasana kota,” ucapnya.

Di Alun-Alun, masyarakat dapat duduk santai, mencicipi aneka jajanan, dan menikmati udara segar di antara pepohonan hutan kota — semuanya tanpa dikenakan biaya parkir.

Andi Ina menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru akan terus melakukan inovasi agar masyarakat dapat menikmati fasilitas umum dengan aman dan nyaman.

Alun Alun Kota Barru kini makin menyenangkan untuk pejalan dan penikmat rekreasi (dok: Istimewa)

“Kami berharap ke depan semakin banyak investor yang berminat menanamkan modalnya di Barru, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung UMKM lokal dalam memasarkan produk unggulannya,” pungkasnya.

Kini alun-alun dan hutan Kota Barru berubah 100 persen, anak-anak kini bisa dengan mudah bermain ayunan atau undak-undakan, kaum muda bisa senam dan jogging bahkan 24 jam lantaran aman dan terang benderang.

Tak hanya itu, alun-alun Kota Barru kini jadi tempat idaman berolahraga, senam sehat dan gathering komunitas, bahkan UMKM mendapat spot khusus untuk menjajakan kreasi dan produk mereka.  Keren bukan?

Pembaca sekalian, antara ekspektasi untuk melihat Kota Barru sebagai destinasi idaman dan nyaman, dan pembuktian seorang kepala daerah untuk membangun kotanya, Andi Ina telah berada di track yang tepat.

Tapi tentu, itu tak cukup tanpa dukungan pembaca sekalian, khalayak luas, komunitas-komunitas. Kita semua.

Mari bersama Andi Ina dan Abustan, bersama masyarakat Barru, menjadikan Barru destinasi idaman di Sulawesi Selatan!

Penulis Denun