PELAKITA.ID – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin kembali meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan workshop penyusunan rencana aksi Zona Integritas yang dihadiri oleh pimpinan fakultas, para dosen, tenaga kependidikan, serta tim Zona Integritas FKM Unhas.
Dalam sambutannya, Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, SKM, Ph.D menyampaikan apresiasi khusus kepada Sekretaris Senat FKM Unhas, Prof. Stang, yang tetap meluangkan waktu hadir meski sedang bersiap menunaikan ibadah umrah. K
“ehadiran para senior, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh tim Zona Integritas disebut sebagai modal sosial penting dalam menggerakkan perubahan birokrasi yang berintegritas dan berorientasi pelayanan,” ucap Sukri.
Dikatakan, capaian Universitas Hasanuddin pada tahun sebelumnya menjadi pijakan optimisme.
“Dari sembilan unit yang dinilai secara nasional, tiga fakultas dari Unhas berhasil meraih predikat WBK, yakni Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Kehutanan. Capaian ini dinilai luar biasa karena tidak mudah diraih, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja kolektif, kekompakan, dan kepemimpinan yang kuat mampu menghasilkan prestasi institusional,” sebut Sukri.
“Tahun ini, sesuai arahan Rektor, seluruh fakultas dan unit layanan di Universitas Hasanuddin didorong untuk bergerak bersama mewujudkan kampus yang bebas dari korupsi dan benar-benar menghadirkan birokrasi yang bersih serta melayani,” sebut Sukri.
FKM Unhas, kata Sukri, diproyeksikan kembali menjadi representasi Unhas dalam penilaian Zona Integritas di tingkat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta penilaian di Kementerian PAN-RB.
Namun, lanjut Sukri, upaya tersebut ditegaskan bukan pekerjaan mudah. Dua hal dianggap sangat krusial. Pertama, pengisian dan kualitas dokumen penilaian harus maksimal.
“Setiap area penilaian ditargetkan meraih nilai tertinggi tanpa kompromi. Filosofinya sederhana: jika ingin “bertarung”, maka harus bertarung untuk menang dengan skor maksimal di setiap area,” kata dia.
Kedua, penguatan kerja tim melalui pendekatan workshop, bukan sekadar rapat formal.
Seluruh tim area—mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik—diminta membawa seluruh pekerjaan ke dalam forum ini untuk diselesaikan bersama.
Workshop dirancang berlangsung intensif dengan target output yang jelas dan terukur.
Prof Sukri juga menekankan pentingnya koordinasi internal yang solid.
“Setiap area diminta membentuk grup komunikasi aktif, memanfaatkan ruang diskusi yang tersedia, serta memastikan seluruh personel yang tercantum dalam SK terlibat aktif. Kepemimpinan langsung oleh dekan dalam tim Zona Integritas dinilai sebagai kunci efektivitas, karena perubahan birokrasi membutuhkan komando yang kuat dari pimpinan tertinggi unit,” jelasnya.
Selain aspek administratif, budaya integritas juga ditekankan dalam praktik sehari-hari. Kebersihan kampus, pengelolaan website fakultas sebagai etalase layanan publik, hingga penegakan kawasan bebas asap rokok menjadi perhatian serius.
Menurut Sukri, seluruh sivitas akademika diminta berani saling mengingatkan demi menjaga marwah FKM Unhas sebagai institusi kesehatan masyarakat.
Pada sambutan Sukri disebutkan juga FKM Unhas memiliki keunikan tersendiri. Selain kiprahnya sebagai institusi akademik, FKM Unhas konsisten menjalankan kegiatan sosial-keagamaan melalui Yayasan Kesmas Sahabat Dhuafa.
Yayasan ini membina santri penghafal Al-Qur’an, baik putra maupun putri, serta rutin menggelar pengajian mingguan dan bulanan, disertai berbagai kegiatan sosial.
“Praktik ini dipandang sebagai bagian dari ekosistem nilai yang memperkuat integritas, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan fakultas,” jelasnya.
Menutup sambutannya, pimpinan fakultas mengajak seluruh peserta meneguhkan tekad bersama. Dengan kerja kelompok yang terfokus, semangat kolektif, dan kepemimpinan yang konsisten, FKM Unhas diyakini mampu kembali meraih predikat WBK dan melangkah menuju WBBM.
Workshop penyusunan rencana aksi Zona Integritas FKM Unhas pun resmi dibuka dengan tekad bulat: menghadirkan FKM yang bersih, sehat, berintegritas, dan melayani.
FKM Unhas Bersih, FKM Unhas Sehat. Semangat!
