Catatan Denun | Kolaborasi untuk Merevitalisasi Makna Historis Galesong

  • Whatsapp
Ilustrasi kegiatan oleh Pelakita.ID

PELAKITA.ID – Bagi Salahuddin Alam Dettiro, membincang tradisi, sejarah dan keluhuran budaya Tu Mangkasara’ atau entitas berbahasa Makassar selalu jadi prioritas.

Oleh sebab itu, ide mengulik, mendedah serta menelusuri jejak sejarah Galesong, satu kawasan pesisir di selatan Kota Makassar langsung disambutnya dengan sukacita.

“Lanjutkan Denun,” jawabnya saat penulis menyampaikan ide itu.

Bagi penulis, sosok Dettiro, begitu sapaan karib kami, bukan sosok yang baru dikenal kemarin sore. Namanya meriung di kenangan kami sebagai alumni Unhas tahun 90-an. Alumni Fakultas Sastra (kini FIB Unhas) itu adalah sosok fenomenal dan banyak mewarnai pergerakan mahasiswa Unhas tahun 90-an.

Tak hanya di kampus merah Unhas, Dettiro adalah sosok yang juga menjadi bagian dari sejarah ber-LSM penulis, pernah berinteraksi dan tetap terhubung pada situasi apapun #tsah.

Kiprahnya terasa saat dia mengadvokasi pelibatan LSM lokal Sulsel untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan dan kesuksesan Program Coral Reef Rehabilitation and Managamenet Program.

Bersama Baharuddin Nur di Bappeda Sulsel, dia dan sejumlah tokoh LSM Sulsel seperti Asmin Amin berhasil menggelar edukasi dan public champaign konservasi terumbu karang tahun 2000-an awal di Sulsel, di Pangkep, Selayar, Sinjai dan Makassar.

Hemat penulis, dia adalah sosok yang kreatif, dan lebih senang mengubur sikap reaktif dengan aktif menawarkan solusi ketimbang meratapi keadaan.

Maka muncullah ide-ide yang tak biasa, selain seperti kampanye konservasi karang dengan metode hiburan dan dakwah agama, dia juga pernah dikaitkan dengan gelaran Maudu Lompoa di Ibu Kota Jakarta beberapa waktu lalu sebelum Covid melanda.

Dia juga salah satu sumbu pergerakan terkait ide Jaringan Selatan-Selatan hampir tiga dekade lalu demi memperjuangkan kepentingan komunitas dan kawasan di selatan Makassar, mulai dari Gowa hingga Selayar.

Kembali ke ide seminar. Dettiro menganggap Galesong adalah salah satu sumbu utama semangat perlawanan pada ketidakadilan penjajahan asing, di Galesong ada tokoh Karaeng Galesong yang tidak mau tunduk pada dominasi dan ketidakadilan perlakuan.

Dari perbincangan penulis, kata dia, di Galesong, spirit maritim mengakar kuat dan mestinya menjadi penyemangat untuk membangun Indonesia dari pesisir dan pulau-pulau termasuk masa depan kawasan itu.

Bentuk komitmennya adalah meleluasakan Pelakita.ID untuk menyiapkan kerangka kerja kegiatan, mengidentifikasi narasumber dan mengkoordinasikan penyelenggaraan seminar dengan Balla Barakkaka ri Galesong.

Maka jadilah, disiapkan Seminar Menyusuri Jejak Sejarah Galesong yang akan digelar pada 7 Februari 2026 di Galesong.

Seminar akan menghadirkan narasumber kompeten dan berpengalaman dari FIB Unhas, Amrullah Amir, Ph.D, peneliti sejarah timur Indonesia dan tuan rumah, pendiri Balla Barakkaka ri Galesong, Prof Aminuddin Salle, S.H, M.H Karaeng Patoto.

Selain didukungan oleh PP IKA Unhas, organisasi di mana Salahuddin Alam Dettiro sebagai Direktur Eksekutif, acara ini juga didukung oleh IKA Unhas Takalar, Rumah Budaya dan Adat Balla Barakkaka ri Galesong, DPP Garuda Astacita Nusantara pengawal program Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Pelakita.ID – menyelami Indonesia lebih dalam – sebagai media partner.

Begitulah sosodara...ditungguki besok.

_
Denun
Tamarunang, 6Februari 2026