Bappelitbangda Ajak Warga Wajo Aktif Laporkan Kondisi Infrastruktur

  • Whatsapp
Ilustrasi

Semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur masyarakat Bugis pun kembali ditegaskan melalui falsafah, “Mali siparappe’, rebba sipatokkong, malilu sipakainge’,” sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengingatkan.

PELAKITA.ID – Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Wajo untuk berpartisipasi aktif dalam pelaporan kondisi infrastruktur di wilayahnya.

Ajakan ini diwujudkan melalui Form Pelaporan Infrastruktur, sebuah kanal partisipatif yang memungkinkan masyarakat melaporkan langsung berbagai kondisi infrastruktur yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Infrastruktur yang dapat dilaporkan meliputi jalan, jembatan, drainase, fasilitas umum, serta sarana dan prasarana lainnya yang dinilai mengalami kerusakan atau memerlukan perbaikan.

Proses pelaporan dirancang sederhana dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Warga cukup memindai QR Code atau mengakses tautan yang telah disediakan, kemudian mengisi data laporan dan melampirkan foto atau video kondisi infrastruktur di lapangan.

Setiap dokumentasi diwajibkan mencantumkan watermark minimal berupa lokasi dan waktu pengambilan gambar guna memastikan akurasi dan validitas data.

Bappelitbangda menegaskan bahwa partisipasi masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berbasis data lapangan.

Informasi langsung dari warga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memetakan kebutuhan riil infrastruktur secara lebih cepat dan komprehensif.

“Pelibatan masyarakat dalam pelaporan kondisi infrastruktur adalah bagian dari upaya membangun tata kelola pembangunan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga,” demikian disampaikan dalam ajakan resmi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Wajo berharap inisiatif ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan Wajo MARADEKA.

Semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi nilai luhur masyarakat Bugis pun kembali ditegaskan melalui falsafah, “Mali siparappe’, rebba sipatokkong, malilu sipakainge’,” sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengingatkan.