Dinas Perikanan Wakatobi Lakukan Pembaruan Profil UPI 2025, Perkuat Daya Saing dan Promosi Produk

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Wakatobi, Oktober 2025 — Dinas Perikanan Kabupaten Wakatobi melalui Bidang Penguatan Daya Saing dan Pemasaran Hasil Perikanan (PDSPHP) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pengolahan hasil perikanan.

Melalui Tim Kerja E-Profiling Unit Pengolahan Ikan (UPI), kegiatan Updating Profil Unit Pengolahan Ikan Kabupaten Wakatobi Tahun 2025 resmi dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meninjau kembali perkembangan seluruh UPI yang ada di daerah ini.

Kegiatan ini bertujuan memperbarui data dan informasi terkait aktivitas, kapasitas, legalitas, dan potensi pengembangan setiap unit pengolahan ikan.

Data hasil pemutakhiran akan dijadikan dasar dalam perumusan kebijakan dan strategi penguatan daya saing serta promosi produk olahan perikanan Wakatobi agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Tim Kerja E-Profiling Unit Pengolahan Ikan (UPI), menggelar Updating Profil Unit Pengolahan Ikan Kabupaten Wakatobi Tahun 2025 resmi dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meninjau kembali perkembangan seluruh UPI yang ada di daerah ini.

Digitalisasi Data untuk Efisiensi dan Aksesibilitas

Proses updating profil UPI dimulai sejak 17 September 2025 dan masih berlangsung hingga kini.

Menariknya, kegiatan ini memanfaatkan instrumen survei digital berbasis Google Form sehingga proses pengumpulan data menjadi lebih cepat, efisien, dan ramah pengguna.

Melalui sistem ini, para pelaku usaha di berbagai pulau di Wakatobi dapat langsung terhubung dengan pusat data di Bidang PDSPHP tanpa harus menunggu kunjungan lapangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari inovasi layanan Klinik Mutu Terpadu (Sipandu 5.0) yang digagas Dinas Perikanan Wakatobi, sebagai bentuk dukungan terhadap program hilirisasi komoditas perikanan di daerah.

Pendampingan yang Berdampak Nyata bagi Pelaku Usaha

Salah satu pelaku usaha yang telah merasakan manfaat dari kegiatan ini adalah Ibu Kusmiyatun, Ketua Unit Pengolahan Ikan Bejo Makmur di Tomia.

“Pendampingan penyusunan profil usaha dan paket promosi produk membuat usaha saya lebih dikenal. Saya jadi punya bahan promosi yang menarik dan profesional. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Dinas Perikanan. Proses pengurusan legalitas dan sertifikat produk yang awalnya saya anggap rumit, menjadi lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Apresiasi serupa datang dari Wa Ode Nur Wahidah, Ketua UPI ANH Food and Drink.

“Terima kasih sudah membantu dan mendampingi kami UPI, sehingga kami memiliki legalitas usaha dan bisa memasarkan produk kami ke luar daerah. The best pokoknya Tim Pendamping Perikanan,” ungkapnya.

Menuju Daya Saing Global

Hingga 6 Oktober 2025, tercatat 15 Unit Pengolahan Ikan telah memperbarui profil mereka melalui sistem survei digital.
Kepala Bidang PDSPHP, Hardin, mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini terus berlanjut hingga mencakup seluruh UPI di Kabupaten Wakatobi.

“Kami berharap proses updating ini menjadi langkah awal dalam memperkuat daya saing dan memperluas akses pasar produk olahan perikanan Wakatobi ke tingkat nasional bahkan internasional,” tuturnya.

Dengan pendekatan berbasis digital, kolaboratif, dan partisipatif, Dinas Perikanan Wakatobi menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat pesisir.