Potensi dan kinerja usaha kelautan dan perikanan Sulsel

  • Whatsapp
Potensi dan kinerja usaha kelautan dan perikanan Sulsel (dok: Pelakita.ID)

DPRD Makassar

Kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan mencapai 9,89 persen dengan nilai Rp 28,47 triliun hingga triwulan II tahun 2022.

PELAKITA.ID – Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Ilyas, membagikan paparan terkait potensi sumber daya kelautan dan perikanan Sulsel pada Lokakarya Parapihak Mendukung Aksi Perikanan Skala Kecil Berkelanjutan yang digelar Yayasan Romang Celebes Indonesia, Jumat, 25/11/2022.

Disebutkan, secara substansial, muara pembangunan kelautan dan perikanan Sulsel merujuk pada visi Pemerintah Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompettitik, inklusif dan berkarakter.

Read More

Untuk menjawab visi itu, ada lima misi yang telah, sedang dan akan ditempuh, pertama, pemerintahan yang berorientasi melayani, inovatif dan berkarakter. Kedua, peningkatan Infrastruktur yang berkualitas dan aksesibel.

Ketiga, pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif, lalu keempat, pembangunan manusia yang kompetitif dan inklusif. Kelima, peningkatan produktivitas dan daya saing produk sumberdaya alam yang berkelanjutan.

Luas areal perikanan budidaya

Untuk potensi perikanan budidaya, terdapat 120.738 hektar areal atau lokasi budidaya tambak.  Sementara untuk budidaya air tawar seluas 100.803 hektar. Budidaya laut mencapai 193.700 Ha.

Untuk pemanfaatan areal tambak dimaksud di atas meliputi pemanfaatan tambak sederhana seluas 101.803,9 hektar, semi intensif 4.902,6 hektar dan intensif seluas 698,4 hektar. Totalnya mencapai 107.404,8 hektar.

Usaha budidaya rumput laut terdapat dua jenis yang dominan yaitu rumput laut jenis Gracilaria Sp yang disebut mencakup luas kawasan sebesar 98.270 Ha,

Sementara untuk pemanfaatan jenis Euchema cottoni mencapai 193.700 Ha.

Perikanan tangkap

Lalu berapa potensi perikanan tangkap Sulsel? Untuk usaha penangkapan ikan di laut diperkirakan 1.074.147 ton/th ini berlaku untuk WPP-RI 713 meliputi Selat Makassar, Teluk Bone Laut  Flores. Untuk perairan umum seluas 200.800 Ha.

Ada pun jumlah armada kapal penangkapan untuk perahu tanpa motor mencpaai 1.327 unit, motor tempel 32,038 unit sementara kapal motor mencapai 20.032 unit

Potensi pengelolaan pesisir dan pulau-pulau kecil meliptui potensi pemanfaatan panjang garis pantai yang mencapai 1.937 km sementara untuk areal pemanfaatan pengembangan usaha garam mencapai 1.989  Ha.

Luas mangrove dan terumbu karang

Yang juga perlu menjadi perhatian adalah luas hutan mangrove Sulsel, luasnya mencapai 45.226,26 Ha

Sementara rataan ekosistem terumbu karang seluas 116.437,80 Ha. Terumbu karang tersebar di Kepulauan Spermonde, Taman Nasional Taka Bonerate dan Kepulauan Sembilan di Sinjai.

Jumlah pulau di Sulawesi Selatan mencapai 332 pulau. Ini tersebar mulai dari Makassar, Pangkep, Barru, Selayar, Takalar, Bulukumba, Sinjai hingga Luwu Timur.

Apa strategi yang telah dan sedang ditempuh?

Pertama, pengelolaan akuakultur dengan Pendekatan Ekosistem (ADPE) atau Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA).

Hal tersebut merupakan salah satu opsi pengelolaan perikanan yang mendukung pembangunan perikanan berkelanjutan dengan mengintegrasikan manfaat ekologi, ekonomi, dan sosial dalam mendukung Blue Economy

Prinisp yang dijalankan adalah Kesejahteraan Berkeadilan dimana diharapkan tercipta pembangunan subsektor perikanan budidaya yang berkelanjutan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lalu yang kedua adalah keberlanjutan ekosistem, merupakan fase penting untuk menjaga kelestarian sumberdaya alam, habitat dan eksositemnya.

Ketiga adalah tata kelola atau sinergitas, yaitu keadaan dimana pemerintah dan stakeholder dapat mengelola dan menyelaraskan program pembangunan dan pemantauan performa pengelolaan perikanan .

SDM perikanan Sulsel

Sumber Daya Manusia Perikanan Sulsel meliputi petani tambak yang mencapai 147,596  orang.

Sementara pembudidaya laut mencapai 102,452 orang, petani ikan air tawar 25,651 orang, pembudidaya jaring apung 831 orang, sedangkan nelayan di perairan umum mencapai 18,840 orang dan nelayan laut  sebanyak 189,239  orang

Petambak garam sebanyak 2.298 orang, jumlah pelaku usaha pengolahan mencapai 6.630 orang dan pemasaran  sebanyak 17.233 orang.

Kinerja usaha kelautan dan perikanan Sulsel

Kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Selatan mencapai 9,89 persen dengan nilai Rp 28,47 triliun hingga triwulan II tahun 2022.

Capaian tersebut telah melampaui target 2021 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel Tahun 2018-2023.

Diketahui, masing-masing target yang ditetapkan yaitu setidaknya berkontribusi 4,6 persen (2021) dan 5,6 persen (2022). Demikian halnya dengan produksi dan nilai produksi pada triwulan II produksi perikanan mencaoai 2,3 juta ton dengan nilai Rp. 16.538,9 miliar

Kontribusi usaha perikanan budidaya terhadap produksi perikanan Sulsel mencapai 90,69 persen dengan nilai produksi perikanan sebesar 59,78 persen.

Sementara kontribusi perikanan tangkap terhadap produksi perikanan mencapai 9,31 persen. Nilai produksi perikanan mencapai 40,22 persen.

Secara umum potensi ikan atau komoditas meliputi potensi ikan pelagis kecil pada WPP 713, kepiting pada WPP 714, lobster pada WPP 713, WPP 714, WPP 715, rajungan pada WPP 713, WPP 717, udang Penaeid pada WPP 714, cumi-Cumi pada WPP 713 dan Ikan Karang semua WPP.

 

 

Editor: K. Azis

 

 

Related posts