PELAKITA.ID – Makassar, 2 Januari 2026 — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin periode 2025–2029 menggelar rapat persiapan Rapat Kerja (Raker) satu hari setelah pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) IKA Unhas.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua IKA FIKP Unhas, Muhammad Ilyas, ini menjadi momentum awal konsolidasi program lintas bidang untuk memperkuat peran alumni dalam pengembangan kelautan dan perikanan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Rapat yang dihadiri unsur pengurus harian, koordinator bidang, serta Dewan Pakar ini membahas arah program strategis yang akan menjadi fondasi kerja IKA FIKP selama satu periode ke depan.
“Fokus utama kita diarahkan pada penguatan kelembagaan, kontribusi keilmuan, serta pengembangan ekonomi berbasis pesisir dan kemaritiman,” ucap Ilyas, alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas, 1988.
Pada Bidang Komunikasi dan Informasi, yang disampaikan oleh Muhammad Zamrud, pengurus menekankan pentingnya penguatan media sosial dan pengelolaan website IKA FIKP sebagai sarana branding alumni dan kanal informasi resmi organisasi.
“Selain itu, dirancang penguatan dan perluasan program magang bagi alumni dan mahasiswa, pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) jaminan mutu hasil perikanan, serta penyusunan dan penguatan database alumni. Database ini diharapkan tidak hanya menjadi direktori, tetapi juga memfasilitasi sertifikasi dan uji kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” paparnya.
Sementara itu, Bidang Pengelolaan Sumber Daya Pesisir menempatkan pemberdayaan alumni—khususnya yang berkiprah di NGO dan berbagai sektor profesional—sebagai agenda penting.
Bidang ini juga merencanakan penyelenggaraan pertemuan tematik untuk membahas isu-isu strategis pengelolaan sumber daya pesisir berbasis data dan kajian. Pemetaan masalah, kebutuhan, serta potensi wilayah pesisir akan dilakukan sebagai dasar penyusunan rekomendasi yang mengintegrasikan sains dan kebijakan (science–policy based).
Rangkaian kegiatan akan diperkuat melalui lokakarya per bidang yang dilanjutkan dengan lokakarya bersama guna mengkristalisasi ide dan rekomendasi kebijakan.
Pada Bidang Riset dan IPTEK, fokus diarahkan pada penguatan dan pengembangan riset kelautan dan perikanan, termasuk penyusunan roadmap lima komoditas utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Roadmap ini menjadi relevan seiring proses penyusunan Undang-Undang Komoditas Strategis, sehingga IKA FIKP diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam penyediaan basis ilmiah dan kebijakan.
Adapun Bidang Pengembangan Ekonomi menekankan perancangan program yang sederhana, konkret, dan aplikatif.
Agenda utama meliputi penyusunan database nilai ekonomi dan Harga Pokok Produksi (HPP) berbagai usaha dan komoditas pesisir, desain model usaha berbasis pesisir sebagai pilot project, pengembangan kemitraan dapur gizi, serta penguatan peran IKA FIKP dalam mendukung pengembangan usaha dan bisnis alumni. Bidang ini juga merencanakan penyusunan masterplan pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan di Sulawesi Selatan.
Dalam pembahasan khusus mengenai Dewan Pakar, rapat menilai perlunya strategi pemanfaatan yang lebih terarah agar kontribusi keahlian para pakar dapat optimal dan berdampak.
Mengingat kecenderungan Dewan Pakar yang tidak selalu proaktif, pengurus dituntut lebih jeli dalam memanfaatkan potensi dan pengalaman mereka. Disepakati pula bahwa inisiatif program diharapkan banyak berasal dari alumni yang lebih muda, dengan pendampingan Dewan Pakar, khususnya dalam penyusunan roadmap dan rencana strategis (renstra) komoditas strategis.
Sejumlah usulan program konkret turut mengemuka, di antaranya Program Komunikasi, Branding, dan Kanal Informasi IKA; Database Alumni dan Peta Keahlian.
Seperti, Program Karier dan Magang “FIKP Connect” lintas bidang; Blue Green Talk atau Bincang Pesisir sebagai klinik Dewan Pakar FIKP yang direncanakan rutin sebulan sekali melalui Unhas TV atau TVRI; serta Program Ekonomi Alumni berupa penyusunan database HPP dan satu roadmap atau renstra komoditas.
Mengemuka juga untuk menghidupkan organisasi IKA dengan usulan adanya iuran alumni.
Masukan strategis juga disampaikan oleh Dewan Pakar. Prof. Mardiana menekankan pentingnya pelatihan peningkatan keterampilan (skill upgrading) melalui kerja sama antara IKA FIKP dan Universitas Hasanuddin, disertai pemetaan keterampilan yang relevan dengan dinamika dunia kerja dan industri.
Sementara itu, Prof. Wahidah menyoroti aspek keberlanjutan organisasi melalui penguatan sumber pendanaan IKA FIKP yang bersumber dari iuran wajib anggota tahunan, sumbangan sukarela anggota, serta pendapatan dari usaha dan kerja sama kegiatan.
Di ujung pertemuan, Muhammad Ilyas menyebut, rapat persiapan Raker ini menegaskan komitmen IKA FIKP Unhas untuk bergerak lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak.
“Dengan menjadikan kekuatan alumni sebagai modal sosial, intelektual, dan ekonomi bagi pembangunan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Semoga kita bisa gelar sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan,” kuncinya.
Redaksi
