Iklim Berubah, Laut Berpindah: Bagaimana Perubahan Iklim Mengubah Wajah Perikanan Dunia

  • Whatsapp
Ilusyrasi kutub dan es yang mencair (dok: istimewa)

PELAKITA.ID – Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan—ia sudah terjadi saat ini. Di seluruh dunia, para ilmuwan, nelayan, dan pembuat kebijakan menyaksikan bagaimana kenaikan suhu laut, perubahan pola arus, hingga kejadian ekstrem seperti gelombang panas laut, mengubah cara ikan tumbuh, bergerak, dan ditangkap.

Dampaknya menyentuh seluruh rantai perikanan: dari ekologi hingga ekonomi, dari skala industri hingga nelayan kecil yang menggantungkan hidup pada laut.

Ikan Bergerak, Produksi Menurun: Tanda Laut yang Memanas

Berbagai observasi jangka panjang dan model ilmiah menunjukkan pola yang konsisten: ikan kini bergeser ke arah kutub atau ke perairan yang lebih dalam. Pemicunya adalah pemanasan laut, berkurangnya oksigen, hingga meningkatnya keasaman air laut. Perubahan ini menyebabkan redistribusi besar dalam potensi tangkapan.

Negara-negara berlatitud tinggi diprediksi akan mengalami peningkatan hasil tangkap, sementara kawasan tropis—termasuk sebagian besar negara berkembang—berpotensi kehilangan porsi signifikan dari potensi perikanannya.

Gelombang Panas Laut: Ancaman Cepat dengan Dampak Menghantam

Selain perubahan jangka panjang, peristiwa ekstrem seperti marine heatwaves menjadi ancaman baru yang sangat merusak. Kejadian seperti “the Blob” di Pasifik Utara pada 2014–2016 menunjukkan bagaimana suhu laut yang meningkat drastis dalam waktu singkat dapat menyebabkan penurunan tajam populasi ikan, gangguan jaring makanan, bahkan berhentinya aktivitas penangkapan.

Para ahli kini menyebut gelombang panas laut sebagai ancaman utama jangka pendek bagi perikanan global—cepat, intens, dan sulit diprediksi oleh sistem manajemen tradisional.

Produktivitas Menurun, Ikan Menjadi Lebih Kecil

Perubahan suhu tidak hanya memindahkan ikan, tetapi juga mengubah cara mereka tumbuh. Suhu yang lebih panas meningkatkan metabolisme, sehingga banyak spesies tumbuh lebih cepat namun memiliki ukuran tubuh lebih kecil.

Dampaknya langsung terasa: hasil tangkapan berkurang, nilai ekonomi turun, dan stabilitas rantai makanan terganggu. Riset menunjukkan bahwa beberapa spesies ikan karang dan ikan pesisir tropis dapat mengalami penurunan ukuran dan produktivitas signifikan pada pertengahan abad ini.

Ketimpangan Dampak: Perikanan Skala Kecil Paling Tersudut

Meskipun total produksi perikanan global tampak stabil dalam beberapa dekade terakhir—berkat pertumbuhan pesat akuakultur—dampak perubahan iklim terhadap perikanan tangkap sangat tidak merata.

Komunitas nelayan kecil di kawasan tropis, yang menggantungkan protein harian dan nutrisi penting pada ikan liar, menjadi kelompok paling rentan. Penurunan hasil tangkap, cuaca ekstrem, serta ketidakpastian musim langsung berdampak pada pangan, pendapatan, dan keamanan hidup jutaan orang.

FAO dan Bukti Global: Dampak Sudah Terjadi, Risiko Akan Meningkat

Berbagai laporan FAO, termasuk State of World Fisheries and Aquaculture, mengonfirmasi pola tersebut. Perubahan distribusi stok, stagnasi hasil tangkap global, serta meningkatnya risiko bagi negara berkembang menunjukkan bahwa perubahan iklim sudah mulai membentuk ulang sektor perikanan.

Meski begitu, FAO juga menekankan bahwa adaptasi dan pengelolaan yang lebih baik dapat mengurangi kerentanan ini.

Ketahanan Pangan di Garis Depan

Perubahan hasil tangkapan bukan hanya masalah ekonomi—ini juga masalah gizi. Banyak masyarakat pesisir di negara berkembang bergantung pada ikan sebagai sumber utama zat gizi mikro seperti zat besi, zinc, dan omega-3.

Ketika stok ikan bergeser atau menipis, dampaknya langsung terasa pada kualitas diet dan risiko malnutrisi. Studi terbaru menunjukkan korelasi kuat antara berkurangnya ketersediaan ikan di tingkat lokal dan penurunan asupan nutrisi penting bagi masyarakat pesisir.

Interaksi Kompleks: Iklim Bukan Satu-satunya Faktor

Perubahan iklim berinteraksi dengan tekanan lain seperti penangkapan berlebihan, kerusakan habitat, dan pencemaran. Di wilayah yang pengelolaannya lemah, dampak perubahan iklim menjadi berlipat. Sebaliknya, wilayah yang menerapkan pengelolaan berbasis ekosistem dan memulihkan stok ikan terbukti lebih tahan terhadap tekanan iklim.

Apa Kata Model Iklim?

Model global memprediksi bahwa pada pertengahan abad ini, potensi tangkap di kawasan tropis bisa turun hingga 40%, sementara kawasan subpolar dan temperate dapat mengalami peningkatan. Masalahnya, masyarakat pesisir tidak bisa serta-merta “berpindah” mengikuti pergerakan stok ikan. Batas negara, hak akses, dan kapasitas manajemen menjadi tantangan besar yang perlu diselesaikan.

Adaptasi: Jalan Keluar yang Tidak Mudah, Tapi Mungkin

Berbagai opsi adaptasi tersedia—dan telah terbukti efektif jika dilakukan dengan benar. Ini termasuk:

  • aturan penangkapan yang lebih fleksibel

  • hak akses yang lebih jelas bagi nelayan kecil

  • diversifikasi mata pencaharian pesisir

  • sistem peringatan dini untuk gelombang panas laut

  • penguatan perlindungan sosial bagi komunitas pesisir

Namun implementasinya memerlukan sumber daya, data, dan komitmen politik yang kuat.

Penutup: Bukti Semakin Kuat, Aksi Semakin Mendesak

Kesimpulannya jelas: perubahan iklim sudah mengubah perikanan dunia—dari pergeseran stok, perubahan ukuran dan produktivitas, hingga peningkatan kejadian ekstrem.

Dampaknya paling besar bagi negara berkembang dan nelayan kecil yang paling bergantung pada laut. Sementara inovasi dan adaptasi dapat mengurangi dampak tersebut, tingkat keparahan di masa depan sangat tergantung pada langkah-langkah yang diambil hari ini. Tanpa aksi yang kuat, risiko terhadap pangan, ekonomi, dan ekosistem laut akan terus meningkat.

References

1. IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change).
– IPCC. (2019). Special Report on the Ocean and Cryosphere in a Changing Climate (SROCC).
– IPCC. (2022). Sixth Assessment Report (AR6) – Impacts, Adaptation and Vulnerability.

2. FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations).
– FAO. (2022). The State of World Fisheries and Aquaculture (SOFIA).
– FAO. (2018). Impacts of Climate Change on Fisheries and Aquaculture. FAO Fisheries and Aquaculture Technical Paper No. 627.
– FAO. (2021). Climate Change Adaptation in Fisheries and Aquaculture.

3. Nature & Nature Climate Change (peer-reviewed journals).
– Cheung, W. W. L., et al. (2013). “Shrinking of fishes exacerbates impacts of global ocean changes on marine ecosystems.” Nature Climate Change, 3, 254–258.
– Free, C. M., et al. (2019). “Impacts of historical warming on marine fisheries production.” Science, 363(6430), 979–983.

4. Science & Science Advances
– Palacios-Abrantes, J., et al. (2022). “Climate change-driven shifts in marine biodiversity pose risks to tropical fisheries.” Science Advances.
– Bindoff, N. et al. in IPCC 2019 SROCC chapters on ocean warming & distribution shifts.

5. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).
– OECD. (2021). Climate Change and Fisheries: Policy Perspectives.
– OECD. (2022). Marine Heatwaves and Fisheries Impacts.

6. Peer-reviewed literature on marine heatwaves
– Smale, D. A., et al. (2019). “Marine heatwaves threaten global biodiversity and fisheries.” Nature Climate Change, 9, 306–312.
– Cavole, L. M., et al. (2016). “Biological impacts of the 2013–2015 warm-water anomaly in the NE Pacific (‘the Blob’).” Oceanography, 29(2), 273–285.

7. Global redistribution & modelling studies
– Cheung, W. W. L., et al. (2010). “Large-scale redistribution of maximum fisheries catch potential in the global ocean under climate change.” Global Change Biology, 16(1), 24–35.
– Barange, M., et al. (2018). Impacts of climate change on fish distribution. In FAO Fisheries and Aquaculture Paper.

8. Nutrition and food security impacts
– Golden, C. D., et al. (2016). “Fall in fish catch threatens human health.” Nature, 534, 317–320.
– Vaitla, B., et al. (2021). “Climate impacts on nutrient supply from global fisheries.” Science Advances.

9. Small-scale fisheries vulnerability
– Bennett, A., et al. (2021). “Vulnerability of small-scale fisheries to climate change.” Fish and Fisheries, 22(2), 434–450.
– FAO & WorldFish. (2020). Small-scale Fisheries and Climate Change.

10. Ecosystem interactions & multiple stressors
– Lotze, H. K., et al. (2019). “Global ensemble projections reveal trophic amplification of ocean biomass declines.” PNAS, 116(26), 12907–12912.
– Pauly, D. & Cheung, W. W. L. (2018). “Sound physiological knowledge and principles in modeling shrinking fishes.” Nature Climate Change.