Kaleidoskop Oktober Pemda Wajo Bersama Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin

  • Whatsapp
Andi Romsna dan dr Baso Rakhamnuddin (dok: istimewa)

PELAKITA.ID – Oktober 2025 menjadi salah satu bulan paling dinamis bagi Pemerintah Kabupaten Wajo. Di bawah kepemimpinan Bupati Andi Rosman dan Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin (DBR), berbagai agenda pemerintahan, sosial, keagamaan, dan pembangunan berlangsung intens dan produktif.

Rentetan kegiatan ini bukan hanya menunjukkan ritme kerja pemerintahan yang cepat, tetapi juga menggambarkan orientasi pembangunan Wajo yang seimbang antara nilai, inovasi, dan pelayanan publik.

Menguatkan Fondasi Kebangsaan

Bulan Oktober dimulai dengan momentum nasional: Upacara Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2025. Bupati Andi Rosman memimpin jalannya peringatan di Lapangan Kantor Bupati Wajo.

Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama ASN, untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi persatuan dan arah pembangunan daerah. Bagi Rosman, pembangunan Wajo harus berakar pada nilai-nilai kebangsaan yang kokoh, yang mampu menjaga harmoni sosial di tengah perubahan zaman.

Di hari yang sama, Bupati melantik sejumlah pejabat eselon II sebagai bagian dari peremajaan dan penguatan manajemen birokrasi. Ia menegaskan bahwa mutasi yang dilakukan bukan keputusan politis, tetapi berbasis kinerja dan kapasitas individu. Pesan ini mempertegas komitmen pemda untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan melayani.

Mengangkat Marwah Keagamaan Wajo ke Pentas Internasional

Masih pada 1 Oktober, kegiatan berlanjut ke gala dinner dan pelantikan dewan hakim Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional. Acara ini menjadi pembuka rangkaian ajang keagamaan terbesar di Wajo tahun tersebut.

Puncaknya, pada 2 Oktober 2025, Rosman menghadiri pembukaan MQKI dan MQK Nasional di Pondok Pesantren As’adiyah Macanang, Kecamatan Majauleng.

Ribuan santri, ulama, serta peserta dari berbagai daerah dan sejumlah negara hadir memeriahkan kegiatan ini. Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan Rp 5 miliar untuk mendukung penyelenggaraan MQK dan pembangunan di Wajo.

Bupati menegaskan bahwa MQK bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi momentum strategis untuk memperkuat citra keagamaan Wajo serta membuka peluang hubungan internasional melalui jaringan pesantren.

Dalam rangkaian MQKI, salah satu momen paling menyentuh perhatian publik terjadi saat As’adiyah Bersalawat di Lapangan Merdeka Sengkang. Ketika menyebut nama Nabi Muhammad SAW, Bupati Andi Rosman tampak haru dan menitikkan air mata. Bagi banyak orang, momen itu menjadi penanda otentik kedekatan batin pemimpin Wajo dengan nilai keagamaan dan spiritualitas masyarakatnya.

Kegiatan MQK ditutup pada 6 Oktober 2025, dengan kehadiran lengkap Bupati Rosman dan Wabup Baso Rahmanuddin. Penutupan tersebut menjadi perayaan keberhasilan Wajo menjadi tuan rumah kegiatan keagamaan berskala internasional yang bermartabat dan berdampak.

Membangun Birokrasi yang Kompeten dan Berintegritas

Pada 9 Oktober 2025, Andi Rosman menjadi pemateri dalam Latsar ASN Golongan IV di PPSDM Kemendagri Regional Makassar. Di hadapan para aparatur senior, ia menekankan pentingnya loyalitas pada rakyat, pengabdian kepada daerah, dan peran ASN sebagai penggerak pembangunan sekaligus penjaga etika tata kelola pemerintahan.

Pesan ini mempertegas arah pembenahan birokrasi yang menjadi prioritas Rosman–DBR: mencetak aparatur yang kompeten, adaptif, dan berorientasi pelayanan publik.

Pembangunan Manusia: Program Stunting dan Apresiasi Inovator

Tanggal 14 Oktober 2025 diisi dengan dua agenda penting. Pertama, peluncuran kampanye “Gemar Makan Telur” sebagai langkah konkret mempercepat pencegahan stunting. Bupati menekankan bahwa investasi pada kesehatan anak berarti investasi pada masa depan Wajo.

Kegiatan kedua adalah penganugerahan penghargaan inovasi daerah, di mana Pemda memberikan apresiasi kepada para inovator lokal. Rosman menegaskan bahwa inovasi adalah kunci daya saing daerah, dan penghargaan ini dirancang untuk memacu hadirnya ide-ide kreatif dari masyarakat maupun ASN.

Pariwisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif

Pada 22 Oktober 2025, Bupati kembali tampil dalam panggung publik pada kegiatan Wajo Bersalawat sebagai bagian dari Festival Danau Tempe (FDT). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa festival ini tidak hanya sebagai ajang dakwah dan religiusitas, tetapi juga sebagai media edukasi serta promosi wisata dan UMKM lokal.

Rosman melihat FDT sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor—pemerintah, masyarakat, pelaku kreatif, hingga akademisi—untuk mengangkat potensi budaya Wajo ke tingkat yang lebih luas.

Penutup: Oktober sebagai Cermin Arah Baru Kepemimpinan Wajo

Kaleidoskop Oktober 2025 menunjukkan pola kepemimpinan yang khas dari pasangan Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin: tegas dalam birokrasi, kuat dalam nilai keagamaan, progresif dalam pembangunan manusia, dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.

Seluruh rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa Wajo tidak hanya bergerak tetapi melangkah dengan arah yang jelas—pembangunan yang berakar pada nilai, berbasis inovasi, dan berpihak pada rakyat.

Redaksi