Puisi Muliadi Saleh | Hakekat Selembar Foto

  • Whatsapp
Ilustrasi

PELAKITA.ID – Muliadi Saleh, penulis, pemikir dan penggerak literasi untuk perubahan menuliskan pembacaannya pada makna pendokumentasian peristiwa melalui selembar foto. Mari simak

***

Foto adalah bisikan waktu,
membekukan detik yang enggan kembali.

Ia bukan sekadar cahaya yang terperangkap,
tetapi jejak jiwa yang menatap di balik lensa.

Setiap senyum, setiap tatapan,
adalah doa dalam diam.

Foto adalah saksi,
bahwa kita pernah ada,
pernah merasa,
pernah hidup seutuhnya.

Foto adalah titipan cahaya,
sebutir nur yang ditorehkan Sang Maha Pencipta
ke dalam bingkai waktu.

Ia membekukan langkah,
agar manusia mengingat bahwa setiap detik
adalah amanah yang kelak ditanya.

Di balik senyum yang terabadikan,
ada syukur yang harus dijaga.
Di balik tatapan yang terhenti,
ada doa yang tak pernah padam.

Foto adalah cahaya yang singgah,
menitipkan waktu ke dalam bingkai.
Senyum, tatapan, bahkan luka,
semua diam di selembar kertas—
namun bergerak  dalam  jiwa.

Ia saksi yang tak bersuara,
bahwa kita pernah ada,
pernah melintasi waktu,
pernah menahan nafas  dalam ruang.

Foto adalah bayangan.
sahabat sejati.
Selembar gambar kecil yang  mengingatkan :
bahwa segala yang indah,
pada akhirnya kembali kepada-Nya.

Foto tak abadi,
tapi ia mengingatkan bisikan Tuhan:
“Jagalah waktumu,
sebelum Aku panggil kembali.”

Maka tataplah setiap foto
sebagai ayat bisu:
bahwa hidup hanyalah singgah,
bahwa yang kekal hanyalah cahaya,
cahaya yang pulang
kepada-Nya.

Makassar Menjelang Fajar, 31 Agustus 2025