Rektor Unhas: IKA FIKP Mesti Manfaatkan Jejaring Promosikan Fakultas dan Rintis Lapangan Kerja

  • Whatsapp
Rektor Unhas bersama anggota IKA FIKP Unhas (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa turut menyemarakkan Rapat Kerja Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (IKA FIKP) Universitas Hasanuddin yang digelar di Hotel Aston Makassar, Sabtu (18/4).

Kehadiran Rektor Unhas tersebut merupakan respons atas permintaan sejumlah alumni agar dirinya memberikan pandangan strategis terkait arah dan kontribusi IKA FIKP bagi almamater dan masyarakat luas.

Sesuai harapannya, Guru Besar Ilmu Kelautan Unhas bidang ekologi terumbu karang itu menegaskan dua prioritas utama yang perlu menjadi fokus IKA FIKP ke depan.

Pertama, memperkuat kolaborasi dengan fakultas dalam pengembangan program serta promosi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas.

Kedua, merancang dan menjalankan program bersama alumni yang tersebar di berbagai institusi, mulai dari dinas kelautan dan perikanan daerah, LSM, hingga kementerian dan lembaga seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Menurut Prof. Jamaluddin Jompa, tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah penyerapan lulusan di dunia kerja.

Karena itu, ia mendorong peran aktif civitas akademika dan alumni dalam menciptakan peluang kerja, termasuk dengan melibatkan mahasiswa maupun lulusan baru di berbagai unit kerja.

“Minimal ada ruang bagi mahasiswa atau fresh graduate untuk bisa terlibat dan bekerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi aset berbasis kelautan dan perikanan milik Unhas, seperti tambak edukasi di Bojo, Barru.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis, terutama terkait kelayakan lahan untuk budidaya, baik saat kondisi pasang maupun surut pada ruang dan waktu.

Sebagai bagian dari IKA FIKP, Prof. Jamaluddin Jompa berharap para alumni dapat membuka peluang pemanfaatan potensi kelautan dan perikanan yang tersebar di Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya.

Ia juga secara khusus meminta Ketua Umum IKA FIKP, Muhammad Ilyas, untuk mengidentifikasi peluang kerja serta memperluas kerja sama dengan kementerian dan lembaga melalui pemanfaatan aset yang ada.

Kegiatan rapat kerja ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan alumni FIKP Unhas, antara lain Dr. Rijal Idrus, Prof Andi Tamsil (UMI/SCI), Prof Mahatma Lanuru, Dr. Saenong (UMI), Dr. Muhammad Ishak Yusma (KKP), Cahyadi Rasyid (Kemenko Pangan), Tarunamulia (BRIN), serta Prof Edison Saade dan M. Yusran Nurdin Massa (Blue Forests).

Raker IKA FIKP Unhas juga dirangkaikan dengan talkshow bertajuk tata kelola tambak di Sulawesi Selatan yang merupakan kolaborasi antara Unhas, FIKP Unhas, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, dan The Blue Forests.

Acara ini disiarkan secara langsung melalui Unhas TV serta bekerja sama dengan Mongabay, Pelakita.ID, dan Klikhijau.

Rangkaian Raker IKA FIKP Unhas juga dirangkaikan dengan talkshow bertajuk tata kelola tambak di Sulawesi Selatan yang merupakan kolaborasi antara Unhas, FIKP Unhas, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, dan The Blue Forests. Acara ini disiarkan secara langsung melalui Unhas TV serta bekerja sama dengan Mongabay, Pelakita.ID, dan Klikhijau.

Kepada Rektor JJ, Muhammad Ilyas menyampaikan ada harapan ada IKA FIKP Unhas kali ini tampil ‘out of the box’ dengan memanfaatkan jejaring alumni untuk kerjasama pengelolaan sejumlah aset dan areal kelautan dan perikanan seperti tambak hingga Pangkalan Pendaratan Ikan yang tersebar di seluruh Sulawesi Selatan.

Saat ini, kata Ilyas, Sulawesi Selatan punya sekurangnya 18 Pangkalan Pendaratan Ikan yang telah di-P3D-kan ke Pemerintah Provinsi atau menjadi kewenangan provinsi Sulawesi Selatan, termasuk tambak yang belum optimal seperti di Luwu.

“Bisa saja kita kerjasamakan dengan alumni atau entitas usaha yang dirintis oleh alumni FIKP,” ucap Ilyas.

___
Penulis Denun