Edukasi Pengelolaan Sampah Sebagai mitigasi Perubahan Iklim untuk Anak SD di Desa Lakkang

  • Whatsapp
Edukasi Pengelolaan Sampah Sebagai mitigasi Perubahan Iklim untuk Anak SD di Desa Lakkang

PELAKITA.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan edukasi pengelolaan sampah bagi siswa UPT SPF SD Negeri Lakkang, Kamis (15/1/2026).

Para peserta Edukasi Pengelolaan Sampah Sebagai mitigasi Perubahan Iklim untuk Anak SD di Desa Lakkang

Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak usia dini. Kami ingin anak-anak memahami bahwa sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga bisa dimanfaatkan,” ujar Riksa, mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin.

Permasalahan sampah masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di lingkungan Desa Lakkang.

Kurangnya pemahaman tentang jenis dan dampak sampah sering kali menyebabkan kebiasaan membuang sampah sembarangan, yang dapat berdampak pada pencemaran lingkungan dan risiko banjir.

Kegiatan ini menyasar siswa Sekolah Dasar sebagai kelompok usia yang mudah menerima pembelajaran berbasis praktik.

Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan sampah, membiasakan anak memilah sampah organik dan anorganik, serta mendorong kreativitas melalui pemanfaatan sampah menjadi barang berguna.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah penyampaian materi tentang pengertian dan jenis sampah menggunakan poster dan metode storytelling.

Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa.

Tahap kedua berupa permainan edukatif, di mana anak-anak diajak memilah sampah organik dan anorganik.

Melalui permainan ini, siswa belajar sambil bermain sehingga suasana kegiatan menjadi lebih menyenangkan.

Tahap ketiga adalah praktik langsung mengolah sampah menjadi kerajinan sederhana, seperti pot tanaman dari botol plastik dan tempat pensil dari kardus bekas.

Kegiatan ini bertujuan menunjukkan bahwa sampah tidak selalu harus dibuang, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali.

“Melalui metode bermain dan praktik langsung, anak-anak jadi lebih mudah memahami materi tentang pengelolaan sampah,” tambah Riksa.

Salah satu guru di UPT SPF SD Negeri Lakkang turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena membantu siswa memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa.

“Sekarang saya tahu kalau botol bekas bisa jadi pot tanaman,” kata salah satu siswa dengan semangat.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan edukasi ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak Desa Lakkang serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penulis: Riksa