PELAKITA.ID – Monsongan, Banggai Laut (12/01/2026) — Penguatan peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut kembali ditandai dengan penyerahan Kartu Anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Padadakauang, Desa Monsongan.
Kartu resmi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ini menjadi simbol pengakuan negara atas peran aktif masyarakat pesisir dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Pokmaswas Padadakauang merupakan kelompok masyarakat pesisir Desa Monsongan yang lahir dari kepedulian bersama terhadap kondisi ekosistem laut di wilayah perairan desa.
Beranggotakan nelayan dan warga yang memiliki keterikatan langsung dengan laut sebagai sumber penghidupan, kelompok ini berperan sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan praktik-praktik pemanfaatan sumber daya laut yang merusak.
Sejak dibentuk pada tahun 2022, Pokmaswas Padadakauang mendapatkan pendampingan dari Lembaga Maritim Nusantara (LEMSA), sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui penguatan pemahaman terhadap peran dan fungsi Pokmaswas, peningkatan kapasitas pengawasan partisipatif, serta fasilitasi koordinasi dengan pemerintah desa dan aparat pengawasan. Proses ini menjadi fondasi penting bagi Pokmaswas dalam menjalankan perannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Kartu anggota Pokmaswas yang diserahkan memiliki fungsi strategis, tidak hanya sebagai legitimasi dan pengakuan resmi dari KKP, tetapi juga sebagai bukti keanggotaan aktif dalam jaringan pengawasan partisipatif nasional.
Keberadaan kartu ini mempermudah anggota Pokmaswas dalam berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, seperti Polisi Perairan (Polair), TNI Angkatan Laut, dan PSDKP, serta dengan pemerintah daerah dalam rangka pengawasan dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan.
Selain itu, kartu ini juga berfungsi sebagai sarana pendataan dan koordinasi antaranggota maupun dengan pihak terkait, sehingga sistem pengawasan dapat berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Penyerahan kartu anggota dilakukan secara simbolis oleh perwakilan PSDKP Wilayah Kerja Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, Rizki, dan disaksikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Monsongan, anggota Pokmaswas Padadakauang, serta fasilitator LEMSA, Khoirul Zaman Dongoran.

Momen ini menandai terbangunnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, aparat pengawasan, dan organisasi pendamping dalam menjaga laut sebagai ruang hidup bersama.
Perwakilan Pemerintah Desa Monsongan, Jasri, menyampaikan harapan besar atas penguatan kapasitas dan legalitas Pokmaswas di wilayahnya.
“Kami berharap dengan semakin kuatnya Pokmaswas di Desa Monsongan, ekosistem laut dapat lebih terlindungi ke depan. Harapan ini bukan hanya untuk masyarakat Monsongan, tetapi juga untuk masyarakat Banggai Laut secara umum yang bergantung pada laut sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, fasilitator Pokmaswas dari LEMSA, Khoirul Zaman Dongoran, menegaskan bahwa kartu anggota ini bukan sekadar identitas administratif, melainkan bentuk kepercayaan negara kepada masyarakat.
“Kartu anggota Pokmaswas ini diharapkan menjadi batu loncatan sekaligus penyemangat bagi para anggota. Dengan dasar legal yang jelas, anggota Pokmaswas dapat lebih percaya diri dalam melakukan pengawasan di perairan Monsongan dan sekitarnya,” jelasnya.
Dengan semakin kuatnya kapasitas, legalitas, dan dukungan lintas pihak, Pokmaswas Padadakauang diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.
Pengawasan berbasis masyarakat yang didukung oleh negara ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan laut yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat pesisir.
Redaksi
