Mengapa Komar. atau Kopi Masyarakat Begitu Digandrungi di Makassar dan Sulawesi Selatan?

  • Whatsapp
Di sinilah bermula (dok: Istimewa)

Mengapa Komar. atau Kopi Masyarakat Begitu Digandrungi di Makassar dan Sulawesi Selatan?

PELAKITA.ID – Di Makassar, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah arena percakapan, perjumpaan, ruang sosial, dan penanda identitas.

Kira-kira itu jawaban sekenanya, saat penulis baru saja singgah di panyingkul Manggarup – Gowa Lestari, Sungguminasa pekan lalu. Itu momen pertama penulis menikmati kopi Komar.

Sofia, anak saya hanya tertawa saat saya ‘asal bicara’.

Pembaca sekalian, dalam lanskap budaya ngopi yang begitu kuat itulah, Komar. atau Kopi Masyarakat menemukan tempatnya—Brand baru bisnis kopi servis cepat ini bukan hanya sebagai merek, tetapi sebagai pengalaman sosial yang melekat di keseharian warga Makassar dan Sulawesi Selatan.

Kini dia hadir di Makassar, Gowa dan sekitar Mamminasata.

Sekali lagi, kira-kira alasan apa lagi mengapa Komar. kian diminati belakangan ini?

“Murah tawwa.” Itu jawaban penulis saat ditanya Sofia, putri sulung.

Di laman mereka, mereka menulis:

KOMAR INDONESIA menghadirkan kopi sederhana dengan pengalaman premium. Setiap cangkir dirancang untuk menjadi bagian dari rutinitas harian—kopi yang konsisten, cepat, dan nyaman tanpa pretensi berlebihan. Komar percaya bahwa kualitas tidak harus rumit; justru dari kesederhanaan itulah lahir rasa yang dapat diandalkan, kapan pun dan di mana pun.

Dengan layanan yang cepat dan operasional yang rapi, Komar Indonesia siap melayani jam-jam sibuk tanpa mengorbankan mutu. Rasa dijaga tetap stabil dari outlet ke outlet, sementara ruang yang simple, modern, dan hangat diciptakan agar setiap pelanggan merasa akrab dan diterima. Komar bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang singgah harian yang memberi energi, kenyamanan, dan konsistensi. 

Tentang Komar

Komar Coffee fokus pada kualitas yang konsisten, service cepat, dan experience yang simple tapi premium. Kami percaya kopi sehari-hari bisa jadi momen spesial yang dinikmati siapa saja, di mana saja. Dengan menu yang ringkas dan operasional yang efisien, Komar hadir untuk menemani rutinitas harian Anda dengan cara yang lebih baik.

Kemitraan Auto-Pilot Komar Coffee

Komar membuka peluang kemitraan dengan skema Auto-Pilot. Mitra berperan sebagai investor dan penyedia lokasi, sementara seluruh operasional outlet dijalankan langsung oleh tim Komar.

Skema ini dirancang untuk Anda yang ingin memiliki bisnis coffee tanpa harus terlibat dalam operasional harian.

  • Operasional outlet dikelola penuh oleh tim Komar
  • Standar SOP, supply, dan quality control terpusat
  • Laporan performa dan pembukuan transparan
  • Mitra fokus pada investasi & pengembangan aset

Kontak & Legal

Informasi resmi koperasi untuk keperluan verifikasi, layanan pelanggan, dan komunikasi bisnis.

Nama Legal

Koperasi Produsen Kopi Masyarakat Indonesia

Nomor Induk Berusaha (NIB)

1009250116158

Alamat

Jalan Bendungan Bili-Bili, Makassar

Nomor HP

081242218352

Btw, sejarah Kopi Masyarakat tak bisa dilepaskan dari denyut kota Makassar sendiri. Ia lahir bukan dari ambisi menjadi kedai kopi mewah atau simbol gaya hidup eksklusif, melainkan dari keinginan sederhana: menghadirkan ruang minum kopi yang egaliter, terbuka, dan membumi.

Nama “Kopi Masyarakat” nampaknya telah menyiratkan posisi ideologis—kopi ini milik semua orang, dari tukang ojek hingga akademisi, dari nelayan hingga aktivis, dari mahasiswa hingga politisi.

Di awal kemunculanny di Jalan Alauddin Makassara, Komar. atau Kopi Masyarakat hadir dengan konsep yang jujur dan apa adanya.

Tidak banyak ornamen berlebihan. Tidak ada jarak sosial yang disengaja. Meja dan kursi disusun untuk mendorong interaksi, bukan isolasi. Di sinilah daya tarik pertamanya: kopi sebagai pemersatu, bukan pembeda kelas.

Alasan kedua mengapa brand ini begitu digandrungi adalah kemampuannya membaca kultur Makassar. Masyarakat Bugis-Makassar memiliki tradisi lisan yang kuat—suka berbincang, berdebat, berdiskusi, dan berbagi cerita.

Kopi Masyarakat menjadi “ruang aman” bagi semua itu. Ia menjelma sebagai semacam ruang publik alternatif, hentian ide-ide lahir, gosip beredar dengan begitu cepat.

Dari sisi produk, Komar. atau Kopi Masyarakat juga cermat menjaga kualitas tanpa kehilangan karakter lokal.

Kopi yang disajikan tidak terjebak pada jargon spesialti yang rumit, tetapi tetap menghormati rasa. Ia ramah bagi lidah awam sekaligus tetap bisa diapresiasi oleh penikmat kopi serius. Harga yang terjangkau memperkuat pesan bahwa kopi ini tidak eksklusif, melainkan inklusif.

“Apa lagi pak?” tanya Sofia.

“Rasa kopi yang saya minum ini, kayak ada nuansa karamel, atau apa gitu, beda tawwa. Pasti anak Gen Z suka,” balasku sekenanya lagi.

Oh iya, alasan lain yang tak kalah penting adalah narasi dan konsistensi nilai.

Kopi Masyarakat tidak sekadar menjual minuman, tetapi menjual cerita tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan keberpihakan pada masyarakat biasa.

Di Makassar dan Sulsel secara umum, kepercayaan sosial sangat penting. Ketika sebuah tempat dianggap “jujur” dan “punya sikap”, masyarakat akan menjaganya. Kopi Masyarakat mendapatkan kepercayaan itu karena ia konsisten menjadi dirinya sendiri—tidak ikut arus komersialisasi berlebihan, tidak meninggalkan akar sosialnya.

“Jadi apa itu Komar.?” tanya istri.

“Kopi Maros? Kopi murah?” balasku saat belum membuka laman Instagram mereka di sini. 

Akhirnya, Komar. atau Kopi Masyarakat digandrungi bukan karena ia paling mewah atau paling viral, tetapi karena ia paling dekat. Ia hadir sebagai bagian dari keseharian warga, menyatu dengan ritme kota, dan menjadi saksi perjalanan banyak orang.

Dalam secangkir kopi sederhana, tersimpan rasa memiliki, kebersamaan, dan identitas Makassar itu sendiri.

Di situlah kekuatan sejati brand ini: kopi yang tidak hanya diminum, tetapi dihidupi.

“O pak, tapi kenapa mereka buka di sudut Manggarupi, kan rawan macet?” tanya istri.

“Di situ ilmunya, kan one stop coffee, kita yang harus parkir baik-baik,” balasku sekenanya.

___
Penulis Denun

Sorowako, 10 Januari 2026