Kondisi Terakhir Perkembangan Kopdes Merah Putih di Wajo

  • Whatsapp
Bupati Andi Rosman (dok: Istimewa)

PELAKITA.ID – Perkembangan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Wajo memasuki fase penting dalam perjalanan penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Bupati Wajo, Andi Rosman, kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh pengurus koperasi agar memanfaatkan setiap kesempatan peningkatan kapasitas, termasuk melalui pelatihan pengembangan SDM yang akan diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) pada 20–22 November 2025.

Menurut Bupati, pelatihan ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh kualitas manajerial dan tata kelola Koperasi Merah Putih, sekaligus mendorong perkembangan bisnis koperasi yang terintegrasi dalam rantai nilai ekonomi nasional.

“Melalui koperasi yang tangguh, profesional, dan terhubung dari hulu hingga hilir, para pengurus harus memahami tata kelola yang benar dan mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Andi Rosman, Selasa 18/11.

Ia menegaskan bahwa agenda pelatihan merupakan kelanjutan dari tahapan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih setelah fase pembentukan kelembagaan. Ke depan, Pemkab Wajo menargetkan perluasan program pendampingan sebagai fondasi tumbuhnya solidaritas ekonomi berbasis gotong royong.

Andi Waris, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program resmi Kementerian Koperasi dan UKM. Disperindagkop UKM Kabupaten Wajo, kata dia, hanya berperan sebagai pelaksana teknis dengan pendanaan dari anggaran dekonsentrasi kementerian.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati pada Pengukuhan Pengurus

Sebelumnya, Bupati Andi Rosman dan Wakil Bupati dr. Baso Rahmanuddin menghadiri pengukuhan serentak pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan se-Kabupaten Wajo di Desa Waetuwo, Kecamatan Tanasitolo, pada Rabu (10/9/2025). Acara ini dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan perbankan, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Andi Rosman menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih merupakan mandat langsung dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bagian dari Asta Cita Presiden kita. Karena itu, kami minta para pengurus dan pengawas menjalankan koperasi sesuai aturan dan fungsinya,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program strategis nasional untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

“Kehadiran koperasi ini harus mampu mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja. Jangan hanya menjadi nama, tetapi benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Komitmen Daerah untuk Memperkuat Koperasi Merah Putih

Kepala Disperindagkop UKM Wajo, Andi Aso Ashari, menegaskan kesiapan pihaknya mendukung percepatan penguatan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, keberadaan koperasi ini memberi energi baru bagi kebangkitan ekonomi lokal.

Wajo kini tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbesar di Indonesia. Sesuai instruksi Presiden tentang percepatan pembentukan koperasi di tingkat desa dan kelurahan, Kabupaten Wajo telah memiliki 190 Koperasi Merah Putih yang tersebar di 142 desa dan 48 kelurahan, dengan total 1.520 anggota.

Dengan berbagai agenda pembangunan kapasitas, pendampingan kelembagaan, serta dukungan pemerintah daerah dan pusat, perkembangan Koperasi Merah Putih di Wajo menunjukkan langkah maju menuju sistem ekonomi kerakyatan yang lebih kokoh, inklusif, dan berkelanjutan.