PELAKITA.ID – Kabupaten Wajo dikenal sebagai salah satu daerah dengan sumber daya perikanan yang melimpah di Sulawesi Selatan.
Kondisi geografis yang ditopang oleh keberadaan Danau Tempe, sungai-sungai besar seperti Sungai Walanae, dan area rawa yang luas menjadikan Wajo sebagai wilayah yang sangat potensial untuk sektor perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Potensi besar ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan pedesaan.
Danau Tempe, Jantung Ekosistem Perikanan Wajo
Danau Tempe merupakan danau perairan umum terbesar di kawasan tengah Sulawesi Selatan, dan menjadi sumber utama perikanan tangkap di Kabupaten Wajo. Danau ini dikenal kaya akan biodiversitas ikan air tawar, yang menjadi sumber protein utama bagi masyarakat dan juga komoditas perdagangan.
Jenis ikan yang umum ditangkap meliputi:
-
Ikan mujair
-
Ikan nila
-
Ikan mas
-
Ikan gabus
-
Udang rawa
-
Betok dan jenis ikan lokal lainnya
Aktivitas penangkapan ikan dilakukan baik secara tradisional menggunakan bubu, pajala, dan jaring, maupun dengan alat tangkap modern. Hasil tangkapan dari Danau Tempe menjadi suplai penting bagi pasar-pasar lokal seperti Pasar Tempe, Sengkang, hingga daerah tetangga seperti Sidrap dan Bone.
Potensi Budidaya yang Terus Berkembang
Selain perikanan tangkap, Kabupaten Wajo memiliki potensi besar pada sektor budidaya perikanan air tawar. Lahan rawa dan perairan yang tersebar di beberapa kecamatan memungkinkan pengembangan berbagai jenis komoditas budidaya.
Jenis budidaya yang berkembang meliputi:
-
Budidaya ikan nila dan mujair di kolam tanah
-
Budidaya ikan lele secara intensif
-
Budidaya ikan bandeng di beberapa wilayah rawa asin
-
Budi daya udang galah, yang mulai dicoba kembali karena nilai ekonominya tinggi
Beberapa desa bahkan telah mengembangkan budidaya sistem bioflok serta kolam terpal sebagai metode modern untuk meningkatkan produktivitas.
Kontribusi Terhadap Ekonomi Lokal
Sektor perikanan menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat di kecamatan seperti Tempe, Tanasitolo, Sabbangparu, dan Belawa. Pendapatan nelayan dan pembudi daya ikan sangat bergantung pada fluktuasi hasil tangkapan dan kualitas produksi.
Selain itu, perikanan juga menciptakan rantai nilai ekonomi yang cukup panjang, mulai dari:
-
usaha penyediaan benih ikan,
-
pakan ikan,
-
industri jaring dan peralatan tangkap,
-
pasar ikan segar,
-
hingga sektor pengolahan lokal seperti ikan asin, ikan kering, dan abon ikan.
Kondisi ini menjadikan perikanan sebagai sektor strategis dalam membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Tantangan dan Pengelolaan Berkelanjutan
Meski potensinya besar, sektor perikanan di Wajo juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:
-
pendangkalan Danau Tempe,
-
fluktuasi musim dan perubahan iklim,
-
pencemaran perairan dari limbah domestik,
-
kompetisi alat tangkap,
-
dan terbatasnya teknologi budidaya bagi pelaku usaha kecil.
Pemerintah daerah terus berupaya melakukan pengelolaan berkelanjutan, termasuk revitalisasi Danau Tempe, peningkatan teknologi budidaya, serta program pendampingan kelompok nelayan dan pembudi daya.
Potensi perikanan Kabupaten Wajo adalah kekuatan ekonomi yang telah diwariskan turun-temurun. Dengan pengelolaan yang baik, adaptasi terhadap teknologi, serta perlindungan ekosistem perairan, Wajo dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat perikanan air tawar terpenting di Sulawesi Selatan.
