Mengapa Kita Perlu Menjaga Jarak dari Percakapan yang Tidak Berguna

  • Whatsapp
Ngopi yang faedah dong (ilustrasi Pelakita.ID)

PELAKITA.ID – Di tengah riuh dunia yang dipenuhi suara, tidak semua percakapan layak untuk kita dengar. Ada yang menumbuhkan, menginspirasi, dan mengikat hati, namun ada pula yang menguras energi, mengacaukan fokus, dan menebar pesimisme.

Memilih dengan bijak percakapan yang kita ikuti bukan berarti menutup diri dari dunia—melainkan menjaga kejernihan pikiran dan kesejahteraan jiwa.

Percakapan yang tak memberi manfaat—gosip, keluhan yang tiada ujung, atau perdebatan remeh—menghabiskan waktu dan energi tanpa memberi imbal balik apa pun.

Ia meninggalkan kelelahan, stres, bahkan sinisme. Sebaliknya, dialog yang bermakna menumbuhkan pemikiran, memperkuat hubungan, dan mendorong tindakan.

Dengan menepi dari obrolan yang kosong, kita melindungi fokus, menata prioritas, dan membuka ruang bagi pertumbuhan.

Menjaga jarak dari percakapan yang sia-sia juga membentuk lingkaran sosial kita. Orang-orang yang kita pilih untuk berbagi waktu memengaruhi cara berpikir, kebiasaan, dan energi kita.

Bersama mereka yang bijak, positif, dan mendukung, kita tumbuh, termotivasi, dan lebih tangguh secara emosional.

Menghormati waktu dan energi sendiri adalah bentuk penghormatan pada diri—membuat batasan dan menegaskan prioritas kita.

Singkatnya: tidak setiap percakapan pantas mendapat perhatian kita. Bicara lebih sedikit, dengar lebih banyak, dan salurkan energi ke hal yang bernilai.

Dengan memilih bijak, kita menciptakan ruang bagi pertumbuhan, energi positif, dan hubungan yang bermakna—hidup di mana setiap kata berarti.

Tamarunang, 2 September 2025