PELAKITA.ID – Makassar kembali menjadi ruang dialog kritis untuk membicarakan masa depan demokrasi Indonesia. Pada Minggu, 24 Agustus 2025, akan digelar Diskusi Publik bertajuk “Potret Pemilu ke Depan & Urgensi Reformasi Partai Politik”.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perkumpulan Pendidikan Anak Rakyat (PEAR) bekerjasama dengan Lakpesdam PWNU Sulawesi Selatan. Informasi kegiatan dibagikan di WAG FIK Ornop Sulawesi Selatan, 24 Agustus 2025.
Diskusi ini menghadirkan pembicara lintas latar belakang:
-
Andi Luhur Prianto, akademisi FISIPOL Unismuh Makassar
-
Samsang Syamsir, Koordinator FIK ORNOP Sulawesi Selatan
-
Asnawi Chaeruddin, Direktur LAPAR Sulawesi Selatan
-
Romy Harminto, Komisioner KPU Sulawesi Selatan
Sementara jalannya diskusi akan dipandu oleh Sukrianto Kianto dari LAPAR Sulsel.
Mengapa Reformasi Partai Politik Mendesak?
Pemilu selalu menjadi momentum penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Namun, di balik euforia pesta demokrasi, publik juga menyimpan kegelisahan: partai politik sering dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab harapan rakyat. Dari soal kaderisasi yang stagnan, politik uang yang membudaya, hingga minimnya pendidikan politik yang sehat bagi masyarakat.
Reformasi partai politik kini menjadi kata kunci. Tanpa partai yang sehat, demokrasi akan rapuh. Dan tanpa demokrasi yang kokoh, suara rakyat berisiko hanya menjadi formalitas lima tahunan.
Menjembatani Publik dan Elite
Diskusi ini hendak menjadi ruang terbuka bagi siapa saja—mahasiswa, aktivis, akademisi, hingga masyarakat umum—untuk menyuarakan pandangan, sekaligus menguji gagasan tentang masa depan pemilu.
Kehadiran para pembicara dengan latar berbeda diharapkan mampu memperkaya perspektif: akademisi dengan analisis teoritis, aktivis dengan kritik lapangan, KPU dengan pengalaman teknis penyelenggaraan, dan organisasi masyarakat sipil dengan wacana pemberdayaan rakyat.
Bertempat di Café Lorong Pagi Sore, Jalan Salemba No. 16, Jalan Sultan Alauddin Kota Makassar, diskusi ini dimulai pukul 15.30 WITA hingga selesai.
Nuansa kafe dipilih untuk menciptakan suasana cair, agar gagasan besar tentang demokrasi tidak berhenti pada podium formal, tetapi lahir dari percakapan santai yang membumi.
Terbuka untuk Semua
Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja. Bukan hanya untuk mereka yang berkecimpung di politik praktis, tetapi juga warga yang ingin mengetahui bagaimana suara mereka dikelola dan diwakili. Demokrasi tidak bisa berjalan sehat tanpa partisipasi kritis masyarakat.
