PELAKITA.ID – Bumi adalah satu-satunya planet di tata surya yang diketahui memiliki genangan air di permukaannya, yang kita kenal sebagai laut. Sekitar 70% permukaan bumi diselimuti oleh laut. Namun, hingga kini manusia baru mampu mengeksplorasi sekitar 5% saja.
Artinya, masih sangat banyak misteri yang tersimpan di kedalaman samudra.
Sebelum membahas lebih jauh tentang laut, pertanyaan mendasar pun muncul: dari mana sebenarnya lautan berasal?
Awal Terbentuknya Bumi
Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, bumi terbentuk dari sisa ledakan bintang besar. Pada masa awal, kondisi bumi masih sangat panas. Salah satu lapisan batuan tertua yang ditemukan di bumi diperkirakan berusia sekitar 4 miliar tahun, menjadi saksi bisu awal perjalanan planet ini.
Pada akhir abad ke-18, seorang matematikawan Prancis mengemukakan teori Laplace mengenai terbentuknya lautan. Menurut teori ini, sekitar 2 miliar tahun silam, bumi mulai mendingin dan tertutup kabut tebal yang terdiri dari gas serta debu.
Kondisi ini menghalangi sinar matahari dan memicu kondensasi partikel gas menjadi butiran air. Hujan pun turun terus-menerus, mengisi cekungan-cekungan di permukaan bumi dan membentuk lautan.
Namun, para ilmuwan belum sepakat apakah hujan pada masa itu benar-benar mampu menciptakan lautan seluas samudra yang kita kenal saat ini.
Teori dari Meteorit
Pada abad ke-17 hingga ke-20, berbagai penelitian terus dilakukan untuk menjawab misteri asal-usul air di bumi. Salah satu penelitian penting dilakukan pada tahun 2017 oleh peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.
Mereka meneliti meteorit berjenis enstatite chondrite, yakni batuan berpori yang terbentuk dari lava basaltik dan mengandung kadar air cukup tinggi. Dalam penelitian itu, para ilmuwan mengukur zat volatil seperti hidrogen, karbon, fluor, dan klorin di dalam meteorit tersebut.
Hasilnya mengejutkan: unsur-unsur yang terdapat dalam meteorit itu sangat mirip dengan kandungan air laut di bumi. Para peneliti pun menyimpulkan bahwa setidaknya 20% air laut di bumi kemungkinan berasal dari meteorit yang menghantam bumi miliaran tahun lalu.
Teori dari Nebula Matahari
Dua tahun kemudian, pada 2019, tim peneliti dari Arizona State University melakukan penelitian lanjutan. Mereka menemukan fakta baru yang mengarah pada sumber air bumi berasal dari nebula matahari—awan gas dan debu yang menjadi cikal bakal tata surya.
Kata nebula sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “kabut”.
Penelitian tersebut, yang dipublikasikan dalam Journal of Geophysical Research, menjelaskan bahwa nebula matahari mengandung hidrogen dan helium dalam jumlah besar. Hidrogen itu ditarik ke pusat bumi melalui proses fraksionasi isotop, lalu melebur bersama unsur besi.
Proses tersebut membuat hidrogen melimpah hingga ke lapisan dalam bumi. Ketika bertemu oksigen, hidrogen kemudian berikatan membentuk air. Dengan demikian, sebagian besar sumber air bumi kemungkinan berasal langsung dari nebula matahari.
Misteri yang Masih Berlanjut
Ilmu pengetahuan selalu berkembang. Teori-teori yang ada sekarang bisa saja diperbarui atau bahkan digantikan di masa depan seiring penemuan baru. Namun satu hal pasti: lautan adalah anugerah sekaligus misteri besar yang masih menanti untuk terus dieksplorasi.
Kesimpulan
Teks ini membahas asal-usul air di bumi, dimulai dari teori pembentukan bumi, teori Laplace tentang pendinginan bumi dan kondensasi air, hingga penelitian modern yang mengaitkan sumber air dengan meteorit dan nebula matahari.
-
Pembentukan Bumi dan Teori LaplaceBumi terbentuk dari ledakan bintang besar dan awalnya sangat panas. Teori Laplace menyatakan bumi mendingin dan tertutup kabut tebal, menyebabkan kondensasi dan hujan yang mengisi cekungan menjadi lautan.
-
Penelitian MeteoritPenelitian pada meteorit yang mengandung air tinggi (chondrite) menunjukkan bahwa komposisi volatil di dalamnya mirip dengan air laut di bumi, mengindikasikan meteorit sebagai salah satu sumber air di bumi.
-
Penelitian Nebula MatahariRiset dari Arizona State University menyatakan sumber air di bumi berasal dari nebula matahari. Hidrogen dari nebula ditarik ke bumi dan berikatan dengan oksigen menjadi air.
Dari berbagi sumber
