PELAKITA.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang penghargaan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Sulsel dinobatkan sebagai Provinsi dengan Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut Terbaik, 15 Juli 2025.
Infotrmasi itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Muhammad Ilyas kepada Pelakita.ID, Rabu, 16 Juli 2025.
Dikatakan Ilyas, penghargaan ini diserahkan langsung dalam acara bertajuk “Tata Ruang Laut untuk Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas” yang dilaksanakan di Jakarta. Sulawesi Selatan menjadi salah satu dari sedikit provinsi yang mendapat apresiasi tertinggi atas keberhasilannya menyusun, mengimplementasikan, dan mengawal tata ruang laut secara efektif dan berkelanjutan.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel dan dukungan teman-teman semua,” ujar Ilyas saat ditemui di Pelabuhan Untia.
Dia menyebut, hasil ini sebagai bentuk dedikasi dan komitmen luar biasa Pemerintah Provinsi dalam mendorong penataan ruang laut yang berbasis ekosistem, sosial budaya, dan ekonomi lokal.
“Selamat Pak Kadis M.Ilyas, ketua kita. Alhamdulillah, kerja keras Kadis KP Sulsel membuahkan rekognisi dari Pemerintah Pusat,” ujar Dr Nursinah Amir dari FIKP Unhas yang juga Sekretaris IKA FIKP atas pencapaian tersebut melalui Whatsapp.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, yang turut memberikan apresiasi atas pencapaian ini, menegaskan bahwa tata kelola ruang laut menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung ekonomi biru.
“Pembangunan kelautan tidak bisa dilepaskan dari tata ruang yang adil, lestari, dan berpihak pada masyarakat pesisir serta nelayan kita,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penataan ruang laut yang baik tidak hanya berfungsi sebagai instrumen perencanaan, tetapi juga sebagai alat perlindungan ekosistem laut, pemberdayaan masyarakat, serta pengendalian aktivitas pemanfaatan wilayah pesisir dan laut. Dengan pendekatan yang integratif, Sulsel berhasil mengakomodasi berbagai kepentingan: konservasi, perikanan berkelanjutan, pariwisata bahari, dan investasi yang ramah lingkungan.
Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, masyarakat pesisir, dan pelaku usaha di Sulsel berjalan dengan baik dan menghasilkan dampak nyata.
Dengan pencapaian ini, Sulawesi Selatan diharapkan menjadi percontohan nasional dalam penyelenggaraan tata ruang laut yang mendorong transformasi ekonomi biru Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Redaksi
