SD Inpres Bangkala III Makassar kembangkan Inovasi Pusat Literasi Tanaman Sehat Berbasis Digital

  • Whatsapp
Suasana kelas di SD Inpres Bangkala III (dok: istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Setiap sekolah dituntut mengembangkan program inovasi sebagai penguatan pembelajaran maupun untuk peningkatan kualitas pelayanan publik.

Inovasi ini sekaligus sebagai perwujudan 18 Revolusi Pendidikan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

SD Inpres Bangkala III, termasuk sekolah yang tengah mengembangkan program inovasi demi kemajuan sekolahnya.

Read More

Sekolah Dasar di Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala itu sudah punya inovasi yang diberi nama Pita Sehat. Pita Sehat merupakan akronim dari Pusat Literasi Tanaman Sehat Berbasis Digital.

H Usman M, S Pd, M.Si, Kepala UPT SD Inpres Bangkala III, menyampaikan program inovasi literasi lingkungan berbasis digital itu, saat berdiskusi dengan Rusdin Tompo, pegiat literasi yang punya kepedulian pada bidang pendidikan.

Diskusi berlangsung pada hari Kamis, 13 April 2023 itu, dihadiri pula oleh Andi Warhamna, S.Pd, Wali Kelas 2.

Usman memaparkan, sekolahnya hanya punya lahan yang terbatas, tapi di atas lahan itu akan ditanami beberapa jenis tanaman yang juga punya nilai ekonomis. Jadi, selain dibudidayakan untuk konsumsi, bisa pula dijual bibitnya atau dalam bentuk produk olahan.

Salah satu tanaman yang akan ditanam itu adalah cabai jenis varietas tertentu, yang bibitnya diperoleh dari Jawa.

Menariknya, lanjut Usman, karena penanamannya akan dilakukan dengan dua cara. Yakni dengan ditanam langsung di atas tanah dan dengan menggunakan polybag.

“Sehingga anak-anak juga akan melakukan observasi untuk melihat perbedaan dari dua cara penanaman tersebut,” ujar Usman.

Program inovasi Pita Sehat ini dikembangkan karena disadari bahwa pengetahuan siswa seputar tanaman masih minim. Salah satu sebabnya karena media pembelajaran yang nyata tentang lingkungan hidup juga kurang. Padahal ada tuntutan kurikulum terkait Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

P5 adalah upaya mewujudkan Pelajar Pancasila yang mampu berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Sehingga program inovasi Pita Sehat SD Inpres Bangkala III ini sangat lekat dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Riang gembira di dalam kelas (dok: istimewa)

Andi Warhamna mengungkapkan desain program inovasi tersebut.

Siswa, jelasnya, melakukan proses pengolahan lahan, lalu  pembibitan dan penanam, serta perawatan. Sementara guru melakukan pembimbingan dan asesmen terhadap tanaman siswa. Dalam kaitan ini berkaitan juga dengan Mapel PLH  terkait tanaman. Kegiatan yang dilakukan itu selaras dengan penilaian proyek yang berbasis lingkungan.

Andi Warhamna melanjutkan, setelah tanaman membuahkan hasil, dikaitkan lagi dengan proyek kewirausahaan.

“Yaitu, mengolah hasil tanama siswa berupa produk yang akan dipasarkan pada kegiatan market class atau sekolah. Seperti tugas proyek pembuatan kripik pedas, dan bawang goreng rasa pedas, yang bahannya dari cabe yang ditanam itu,” ucapnya.

Terkait dengan modul jelajah Pita Sehat, tambah Andi Warhamna, akan diaplikasikan pada saat proses pembelajaran PLH.

“Literasi tanaman sehat yang akan ditanam nantinya, antara lain berupa informasi tanaman, kandungan gizi dari tanaman, materi cara merawat tanaman dan lain sebagainya,” ucap dia.

Anak didik diajak untuk praktik di luar kelas (dok: istimewa)

“Di akhir pelajaran setelah dijelaskan, siswa bisa memilih menu games untuk mengulas pelajaran melalui game edukasi biar mereka lebih tertarik. Tahapan selanjutnya, pengaplikasian pemberian tugas proyek menanam,” tambahnya.

Mendapat penjelasan itu, Rusdin Tompo mengusulkan bahwa informasi tanaman itu bukan hanya mencakup nama ilmiah atau latin tapi juga nama dalam bahasa lokal kita di Sulawesi Selatan. Bila perlu ada kisah atau cerita rakyatnya yang dijelaskan dalam aksara lontaraq.

Penulis buku yang dikenal juga sebagai penggiat Sekolah Ramah Anak (SRA) itu menyampaikan bahwa karena program ini berbasis digital maka akan lebih interaktif dan kreatif melalui penerapan aplikasinya.

Karena, katanya, kalau kita bicara digital, maka akan multiplatform, multichannel, dan multimedia. Aspek digital akan mengoptimalkan informasi dan edukasi, yang dilakukan secara kreatif dan interaktif.

Modul interaktifnya, kata Andi Warhamna, rencananya akan dinamakan jelajah Pita Sehat.

“Modulnya, nanti ada yang versi cetak, dalam bentuk buku saku atau booklet, dan ada juga dalam format video tutorial di semua platform digital,” kunci Warhamna.

 

Related posts