Unhas Sambut Nobel Laureate Prof. Morten P. Meldal, Dorong Kolaborasi Riset Berkelas Dunia

  • Whatsapp
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dan Prof Meldal (dok: Humas Unhas)

PELAKITA.ID — Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatatkan momentum penting dalam penguatan ekosistem riset dan inovasi melalui kehadiran Peraih Nobel Kimia 2022, Prof. Morten P. Meldal, dalam rangkaian Nobel Laureate Lecture yang digelar di kampus Unhas.

Unhas Sambut Nobel Laureate Prof. Morten P. Meldal, Dorong Kolaborasi Riset Berkelas Dunia

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menyampaikan bahwa kehadiran tokoh ilmuwan dunia dan pimpinan kementerian ini menjadi penegasan bahwa Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, memiliki potensi besar untuk mengembangkan riset berkelas dunia.

“Pertemuan ini membuka mata kita bahwa kekayaan alam Indonesia merupakan modal strategis bagi pengembangan riset unggulan, asalkan didukung keberanian membangun koneksi internasional dan kolaborasi global yang kuat,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Dalam kuliahnya, Prof. Morten P. Meldal menekankan pentingnya riset yang tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata atas tantangan global melalui pendekatan kolaborasi lintas disiplin.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, menyampaikan bahwa kehadiran tokoh ilmuwan dunia dan pimpinan kementerian ini menjadi penegasan bahwa Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, memiliki potensi besar untuk mengembangkan riset berkelas dunia.

Pandangan ini sejalan dengan visi Unhas dalam mendorong riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, kehadiran Mendiktisaintek RI, Prof. Brian Yuliarto, memperkuat optimisme sivitas akademika Unhas bahwa sinergi antara dunia akademik dan kebijakan pemerintah merupakan kunci untuk mempercepat alih teknologi, memperkuat hilirisasi riset, serta meningkatkan daya saing inovasi nasional di tingkat global.

Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi melalui kolaborasi nasional dan internasional, pengembangan sumber daya manusia unggul, serta pemanfaatan potensi lokal sebagai basis pengembangan ilmu pengetahuan.

“Momentum ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi sivitas akademika untuk terus berkarya dan melahirkan terobosan-terobosan yang berdampak luas, karena kolaborasi tanpa batas adalah ruh dari kemajuan peradaban,” tutup Prof. Jamaluddin Jompa.