PELAKITA.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di wilayah Luwu Timur dalam beberapa hari terakhir mulai menemukan titik terang.
“Di Wotu bensin sulit diperoleh, harganya beragam ada bahkan 40 ribu per liter,” kata Enda, asal Wotu kepada Pelakita.ID
Pantauan Pelakita.ID di wilayah Wasuponda puluhan mobil telah mengantri sejak tiga hari lalu.
“Sessaki ini kalau sampai lusa belum ada pasokan BBM,” ujar warga Malili, Gani yang sedang beraktivitas di Sorowako.
Yayang, pemuda asal Wasuponda mengaku mengurangi aktivitas berkendara setelah pasokan BBM berkurang di Luwu Timur. Demikian pula Rido asal Mahalona. “Stok bensin motor sudah sekarat,” akunya.
Pembaca sekalian, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera bergerak cepat menyikapi tersendatnya distribusi BBM akibat aksi demonstrasi pemekaran Luwu Raya yang berdampak pada penutupan akses transportasi di sejumlah titik strategis.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang akrab disapa IBAS, melalui sejumlah sumber berita memastikan bahwa pasokan BBM untuk wilayahnya akan dialihkan sementara dari Depot Pertamina Poso, Sulawesi Tengah, guna menjamin kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Suplai BBM untuk tiga SPBU di Luwu Timur akan mendapatkan pasokan dari Depot Poso,” kata IBAS usai melakukan pembicaraan intensif dengan pihak Depot Pertamina Karang-Karang di Luwu, Selasa siang, sebagaimana beredar di sejumlah WAG.
Disebutkan, ada tiga SPBU yang akan menerima suplai BBM dari Depot Poso yakni SPBU Mangkutana (7492904), SPBU Wotu (7492901), dan SPBU Malili (7492902), masing-masing dengan jenis pasokan 8 Premium (PL) dan 8 Biosolar (BS).
Menurut IBAS, langkah pengalihan suplai ini merupakan upaya darurat pemerintah daerah untuk mengatasi dampak lanjutan dari aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung serentak di wilayah Luwu Raya.
Aksi tersebut menuntut pemekaran Luwu Raya menjadi provinsi baru, yang dalam praktiknya menyebabkan penutupan sejumlah akses jalan utama, termasuk jalur distribusi logistik dan energi.
“Penutupan akses transportasi inilah yang membuat distribusi BBM dari depot utama menjadi tersendat, sehingga terjadi kelangkaan di SPBU,” jelas IBAS.
Pasokan BBM dari Fuel Terminal (FT) Poso diperkirakan akan tiba di Luwu Timur pada Rabu dini hari, 28 Januari 2026, dan dapat langsung digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat melalui tiga SPBU tersebut.
Iba juga menyebut akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina agar suplai BBM dan gas bisa segera normal kembali.
Tak hanya fokus pada ketersediaan BBM, IBAS juga menegaskan komitmennya untuk memantau perkembangan harga bahan pokok di Luwu Timur. Menurutnya, situasi seperti ini rawan memicu kenaikan harga kebutuhan sehari-hari yang pada akhirnya membebani masyarakat.
“Saya akan terus memantau kondisi di lapangan, terutama harga bahan pokok. Ini penting untuk menjawab kebutuhan rakyat Luwu Timur yang terdampak akibat aksi demo pemekaran Luwu Raya,” tutur IBAS.
Sebagai informasi, Irwan Bachri Syam (IBAS) merupakan Bupati Luwu Timur yang dikenal aktif turun langsung menangani persoalan-persoalan strategis daerah, terutama yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dalam situasi krisis distribusi seperti ini, pemerintah daerah berupaya mengambil langkah cepat agar stabilitas sosial dan ekonomi tetap terjaga, sembari menghormati dinamika aspirasi politik yang berkembang di wilayah Luwu Raya.
Redaksi
