Tiga alumni Unhas dari berbagia disipilin ilmu siap hadir sebagai narasumber, mereka berpengalaman di bidang literasi, kepenulisan, dan jurnalisme warga akan mengisi sesi-sesi utama.
PELAKITA.ID — Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya perubahan sosial, kemampuan warga untuk membaca realitas dan menyuarakannya secara bertanggung jawab menjadi semakin penting.
Berangkat dari kesadaran itu, Pelakita.ID akan menggelar Lokakarya dan Pelatihan Jurnalisme Warga dengan tema “Kiat Menjadi Pewarta Warga sebagai Bagian dalam Perubahan”, Selasa, 20 Januari 2026, di Aula Perpustakaan Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
Lokalatih yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WITA ini dirancang sebagai ruang belajar dan praktik bagi warga untuk terlibat langsung dalam produksi informasi publik.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai latar belakang akan dibekali pemahaman, keterampilan, sekaligus jejaring agar mampu berperan sebagai pewarta warga yang kritis, etis, dan berdampak.
Perkembangan teknologi informasi dan media digital telah membuka peluang luas bagi masyarakat untuk tidak sekadar menjadi konsumen berita, tetapi juga produsen informasi. Jurnalisme warga hadir sebagai medium alternatif untuk menyuarakan realitas sosial, mengawasi kebijakan publik, serta mendorong perubahan sosial secara konstruktif.
“Di era VUCA—yang ditandai oleh volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas—menulis bukan lagi sekadar aktivitas dokumentasi, tetapi juga alat refleksi, advokasi, dan transformasi sosial,” demikian salah satu penekanan dalam kerangka kegiatan lokakarya ini.
Melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, peserta akan diajak memahami konteks perubahan sosial, mengasah kemampuan observasi dan wawancara, serta memproduksi karya jurnalistik yang relevan dengan lingkungan sekitarnya.
Metode pelatihan mencakup pemaparan materi interaktif, diskusi, studi kasus, praktik langsung, hingga umpan balik atas tulisan peserta.
Tiga Alumni Unhas
Tiga alumni Unhas dari berbagia disipilin ilmu siap hadir sebagai narasumber, mereka berpengalaman di bidang literasi, kepenulisan, dan jurnalisme warga akan mengisi sesi-sesi utama.
Mustamin Raga dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Gowa akan mengulas ontologi warga, dinamika sosial, dan agenda perubahan. Alumni Sastra Inggris Unhas, penulis buku dan fotografer ini akan membagikan perspektifnya tentang kerentanan, kompleksitas, ketidakpastian, dan ambiguitas situasi dunia yang dapat dibaca dari level paling rendah unit rumah tangga.
Rusdin Tompo, adalah alumni Fakultas Hukum Unhas angkatan 1987, adalah juga Koordinator Satu Pena Sulawesi Selatan, akan membahas hakikat kepenulisan, metode, dan jejaring warga sebagai refleksi pengalaman pribadinya sebagai penulis online, buku dan laporan-laporan program.
Pria yang sudah menulis puluhan buku itu mengaku siap berbagi pengalaman di tengah jadwal ketat proses editing bukunya.
Sementara itu, Muliadi Saleh, alumni Fakultas Pertanian angkatan 1988 adalah penulis dan kontributor Pelakita.ID, akan berbagi pengalaman tentang bagaimana warga dapat mengubah keadaan dengan kapasitas yang tersedia, termasuk pemanfaatan IT dan AI dengan titip tumpu pengalaman dirinya sebagai kontributor media online dan offline.
Kegiatan ini akan difasilitasi oleh alumni Ilmu dan Teknologi Kelautan Unhas angkatan 1989 Kamaruddin ‘Denun’ Azis, Founder Pelakita.ID, yang juga dikenal alumni jurnalisme warga dan praksis literasi media di Sulawesi Selatan sejak era kejayaan platform warga bernama Panyingkul.Com tahun 2000-an.
Agenda lokakarya meliputi pembacaan perubahan dalam konteks VUCA, refleksi atas relasi warga dengan teknologi komunikasi dan kecerdasan buatan, hingga pengenalan teknik dasar kepenulisan seperti observasi dan wawancara.
Peserta juga akan mendapatkan tips praktis menulis straight news, feature, dan opini, sebelum menyusun rencana tindak lanjut secara bersama-sama.
Sebagai luaran kegiatan, setiap peserta ditargetkan menghasilkan minimal satu karya jurnalistik yang siap dipublikasikan di media online.
Lebih jauh, mereka diharapkan terlibat dalam jejaring jurnalisme warga dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam produksi konten publik yang mendorong perubahan sosial positif.
Lokakarya ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta diharapkan hadir sebagai representasi kesadaran untuk menjadi bagian dari perubahan, minimal di wilayah di mana mereka tinggal.
Melalui kegiatan ini, Pelakita.ID berharap jurnalisme warga tidak hanya tumbuh sebagai praktik menulis, tetapi juga sebagai gerakan kesadaran kolektif warga untuk terlibat aktif dalam membangun ruang publik yang lebih adil, kritis, dan berdaya.
Hingga betita ini dibuat sebanyak 26 peserta telah menyatakan kesediaan untuk hadir, sukarela, sebagai upaya memulai atau memantapkan agenda-agenda kepenulisan dengan basis spirit jurnalisme warga.
Redaksi
