Achmad Fauzi, Seniman yang Merajut Budaya Bugis-Makassar dalam Goresan Abstrak

  • Whatsapp
Achmad Fauzi, Seniman yang Merajut Budaya Bugis-Makassar dalam Goresan Abstrak

PELAKITA.ID – Achmad Fauzi, seniman perupa Makassar yang dikenal memiliki dedikasi menghidupkan filosofi budaya Bugis-Makassar lewat sapuan kuas abstrak-ekspresionisnya.

Ia merupakan seniman perupa senior kelahiran Makassar yang dikenal luas melalui karya-karyanya. Filosofi budaya Bugis-Makassar menjadi inspirasi dan turut memperkaya lukisannya. Dengan pengalaman panjang itu kini menjadi jejak dalam perjalanan seni rupa Makassar.

Dedikasi pada Akar Budaya

Lahir di Makassar, 26 Mei 1970, Achmad Fauzi secara serius menggeluti seni rupa sejak kuliah di Jurusan Seni Rupa IKIP Ujung Pandang (sekarang UNM). Karya-karyanya jadi jembatan antara tradisi Bugis-Makassar dan ekspresi modern dalam dunia seni rupa.

Achmad Fauzi adalah seniman dan kurator yang aktif dalam gerakan seni rupa Makassar. Tema karya-karyanya berangkat dari tradisi Bugis-Makassar menjadi denyut konsistensi dalam nadi berkeseniannya.

Gaya yang Tak Sekadar Realis

Achmas Fauzi tak sekadar menggambar realis. Ia merekam perjalanannya dari lokasi-lokasi tertentu di Sulawesi Selatan lewat goresan cat, memasukkan filosofi Sipakatau dan Ininnawa—simbol gotong royong dan ketangguhan Bugis-Makassar.

Sebagai seniman perupa, ia punya cara merekam perjalanannya, meski tanpa menampilkan objek-objek yang dilihatnya secara nyata. Kemampuan imajinasi dan ingatan visual digambarkan ulang tanpa terlihat diduplikasi.

Kiprah yang Tak Terbatas

Achmad Fauzi juga merupakan bagian dari gerakan seni rupa Makassar, seperti Empat Memandang Rupa’ dan Reli Rupa seri pertama di Find Art Space, sekretariat FindArt, dan aktif berkolaborasi dengan perupa lain. Gagasan terbaru dengan menghimpun 4 perupa dengan visualisasi belah ketupat dalam pameran 50 tahun Refleksi seni rupa Sulsel 2025.

Pameran tunggal dan kolaboratif di Makassar, Banyumas, Manado, hingga Balikpapan jadi bukti kontribusi Achmad Fauzi. Ia juga menginisiasi Leang-Leang Art Project, yang mengusung seni rupa Makassar ke panggung nasional.

Warisan Budaya dalam Kanvas

Karya Achmad Fauzi bukan sekadar estetika—tapi turut menjadi napas kebudayaan. Salah satu tokoh penting seni rupa Sulawesi Selatan yang membuktikan, tradisi dan budaya, bisa jadi denyut seni rupa kontemporer.

Kiprah dan karya-karyanya tidak hanya menjadi ekosistem seni yang hidup, tapi turut membuka ruang dialog yang inklusif. Menuju percakapan abadi yang melintasi ruang dan waktu

Kolaborasi, Inovasi, dan Kiprah dalam Seni Rupa Makassar

Achmad Fauzi aktif berkolaborasi dengan perupa lain melalui FindArt dan Makassar Art Initiative Movement (MAIM). Gagasan seperti Gagasan 4 Memandang Rupa jadi contoh bagaimana ia mengajak seniman lain mengeksplorasi estetika Bugis-Makassar.

Dengan kiprahnya, Achmad Fauzi bukan hanya mengabadikan budaya—tapi juga membuka jalan bagi generasi seniman Makassar untuk terus berkarya dengan identitas kuat yang berangkat dari akar tradisi dan Budaya Sulsel.

Membawa Pesan dalam Setiap Goresan

Melalui karya-karyanya, Fauzi mengajak kita merenungkan nilai-nilai luhur Bugis-Makassar: kesederhanaan, keberanian, dan harmoni. Setiap sapuan kuasnya jadi cerita tentang identitas budaya yang tak lekang oleh waktu.

Karya seperti Alegori Sipakatau dan Alegori Ininnawa jadi simbol bagaimana seni bisa menjadi bahasa universal untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Dari sini Achmad Fauzi membuktikan, seni bukan hanya soal visual—tapi juga narasi kehidupan.