Rusdin Tompo: Hardiknas 2024, Murid SD Negeri Borong Baca Puisi di Hadapan Danny Pomanto

  • Whatsapp
Muhammad Dzafran Putra Irman, murid kelas 4 SD Negeri Borong bersama Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Ibu Indira Jusuf Ismail (dok: Istimewa)

DPRD Makassar

PELAKITA.ID – Muhammad Dzafran Putra Irman, murid kelas 4 SD Negeri Borong, percaya diri membaca puisi di hadapan Wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, Kamis, 2 Mei 2024.

Dzafran, yang sudah beberapa kali menyabet juara pertama lomba baca puisi, hadir membacakan puisi berjudul “Aku Adalah Panrita, pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Makassar, yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari Jalan Penghibur Kota Makassar.

Wali kota yang punya sapaan akrab Danny Pomanto itu, tampak antusis mendengar Dzafran membaca puisi.

Dia bahkan bertepuk tangan bersama hadirin lainnya, pada larik-larik tertentu yang menggunakan diksi berbahasa daerah Bugis dan Makassar.

Wali kota Makassar mengapresiasi konten “18 Revolusi Pendidikan” yang merupakan implementasi dari Program Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Di Makassar, yang menarik ialah konten lokal dimasukkan menjadi bagian penting dari Merdeka Belajar,” kata Danny Pomanto seusai upacara peringatan Hardiknas.

Konten Merdeka Belajar di Makassar, lanjut Danny, bisa dilihat pada “18 Revolusi Pendidikan”, yakni semua harus sekolah, satu anak satu bakat, outing class dan hibridasi pendidikan. Implementasi program tersebut dapat dilihat saat upacara Hardiknas ini.

Danny mengapresiasi penampilan siswa-siswa dalam berbagai bakat, seperti menyanyi, menari, dan berpuisi.

Ketika latihan, sebagai persiapan untuk tampil, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin Mustakim, memuji kemampuan baca puisi Dzafran.

Puisi yang dibacakan itu merupakan karya Rusdin Tompo, yang khusus dibuat dalam rangka peringatan Hardiknas 2024.

Kepala UPT SPF SD Negeri Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, menyampaikan bahwa pada peringatan Hardiknas tahun ini, jenjang Sekolah Dasar yang diberi amanah menjadi panitia.

Bu Indri, begitu ia akrab disapa, memohon doa dan dukungan agar acara Hardiknas Tingkat Kota Makassar berjalan lancar dan sukses.

“Alhamdulillah, Dzafran bisa menampilkan yang terbaik saat tampil tadi di hadapan Wali kota Makassar,” begitu kabar yang disampaikan Suryani Mursalim, ibunda Dzafran kepada Rusdin Tompo, via WhatsApp.

Hardiknas, tanggal 2 Mei, ditetapkan sesuai hari kelahiran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.

Peringatan Hardiknas sebagai bentuk apresiasi terhadap Pahlawan Pendidikan, sekaligus refleksi bagi semua orang akan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Tema Hardiknas 2024 adalah “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Tema ini dimaksudkan untuk mengajak semua elemen bangsa, saling berkolaborasi demi mewujudkan transformasi pendidikan nasional.

Berikut ini puisi lengkap yang dibacakan Muhammad Dzafran Putra Irman di hadapan Wali kota Makassar, Kadis Pendidikan, para Kepala Sekolah, guru, orangtua siswa dan perwakilan siswa di Anjungan Pantai Losari. Puisi ini merupakan karya penulis dan Koordinator Satupena Provinsi Sulawesi Selatan.

 

AKU ADALAH PANRITA

Karya: Rusdin Tompo

Aku adalah panrita

Pensilku dari kayu bitti

Kutulis kisahku dengan aksara Lontaraq

Didendangkan merdu oleh pasinrilik

Kisah yang memadukan kepandaian dan kebijaksanaan

Mengolah keberanian selaras tanggung jawab

Digenapkan dengan kepedulian dan keberpihakan

Karena di situlah martabatku

Ditiupkan lewat jiwa raga

Agar menyatu sebagai perilaku

Karakter budaya sirik na pacce

 

Aku adalah panrita

Kitabku semua pustaka leluhur Bugis, Makassar, Toraja, Mandar

Wawasanku tak hanya sebatas Nusantara

Tapi melanglang luas bagai Pinisi menjangkau benua

Kuabdikan ilmuku bagi kemajuan peradaban

Kuabadikan nama-nama guruku dengan tinta emas

Kudaraskan setiap kata dan kalimat yang diajarkan

Biar tumbuh berbuah amal jariah

Maslahat bagi anak-anak bangsa

 

Aku adalah panrita

Mewarisi semangat cendekia Karaeng Pattingalloang

Belajar tak henti jadi semangatku

Karena dengan ilmu aku membiakkan kebaikan-kebaikan

Mengharumi luas kehidupan

Mekar merdeka dalam Taman Siswa Ki Hajar Dewantara

Dengan aku di situ sebagai pratama

Sebagai pembelajar

Sebagai panrita.

 

 

Makassar, 27 April 2024

Related posts